Perasaan Itu.

Semua orang pasti pernah merasa kosong. Tidak tau harus apa. Tidak paham sedang merasakan apa. Sedih tapi terlalu banyak sebab. Perasaan-perasaan jahat berkumpul menjatuhkan. Yes, momentum itu pasti pernah dirasakan semua orang, yang berbeda hanya frekuensi. Ada yang merasakannya sering, sesekali, atau hanya satu kali. Apakah ini sehat? I don’t know, aku bukan orang dengan background psikiatri. Tapi sebagai manusia, aku anggap ini wajar. Kita makhluk berperasaan, wajar merasakan berbagai perasaan tanpa nama. Termasuk merasa kosong.

Baca lebih lanjut

Iklan

What’s up world?

Memasuki tahun ketiga bekerja.

Sering merasa tidak dihargai, buang-buang waktu, berada di lingkungan yang menyerap energy positifku, dan perasaan-perasaan buruk lainnya. Tapi, aku pun merasa nyaman dekat dengan keluarga, merasa bangga bisa bertemu banyak pihak, merasa passion di public policy terakomodir dengan baik, dan excitement lainnya.

Namun, aku ga merasa berkembang pesat, stuck.

Baca lebih lanjut

I WILL NEVER BE GOOD ENOUGH.

Beberapa hari lalu, aku berkesempatan untuk nonton salah satu film yang sedang hangat dibahas di seluruh dunia: Crazy Rich Asian. Filmnya menurutku 8/10. Yang paling aku suka adalah scene dan dialog dimana Rachel Chu menghadapi para karakter yang tidak menyukai dirinya sebagai kekasih seorang Nick Young. Ada satu scene dimana mamanya Nick mengintimidasi Rachel dengan bilang “you will never be good enough to our family”. Kebetulan, kata “good enough” sedang menjadi insecurity terbesarku beberapa bulan ke belakang. Dan tulisan kali ini terinspirasi dari itu.

Setelah belajar bagaimana caranya meredam emosi, tanpa sadar aku ikut meredam kepercayaan diri. Dan itu menjadi hambatan beberapa mimpiku. Selama bekerja, teman-teman dan kolega yang mengenalku cukup baik pasti tau desire yang ku miliki untuk melanjutkan sekolah sangat tinggi dan memang disitulah passionku berada. Keinginan untuk melanjutkan sekolah berasal dari rasa ingin tau yang sudah tertanam di diriku semenjak kecil, orang tua ku selalu menyuguhi suasana rumah yang membuat anak-anak mereka berfikir tentang banyak hal. Mereka jarang memberikan jawaban atas banyak pertanyaan, mereka memberi analogy dan memberi waktu untuk kami mencari tau nya sendiri dulu, baru mereka menyatakan opini mereka. Buku-buku yang selalu ku lihat di rumah, tontonan yang mendidik, itu membuat batinku sedari kecil memahami bahwa dunia ini luas untuk dijelajah dan banyak ilmu yang harus dipelajari untuk mendidik pribadi menjadi pribadi obyektif dan mencoba membantu peradaban untuk menyelesaikan masalah. Dan semua itu harus mengendap cukup lama hanya karna ketidakpercayaan diriku.

Baca lebih lanjut

Berpendapat.

Pertama, terima kasih kepada: UUD 1945 pasal 28E ayat (3). Gue menuliskan ini tanpa tujuan apa-apa dan tidak berniat memanfaatkan keadaan sedikitpun tentang apa yang terjadi baru-baru ini. Gue menuliskan ini dengan ‘cara’ gue, karna ini salah satu metode gue untuk meringankan beban otak gue yang tanpa sengaja ikut berpikir keras tentang nasib negara ini, bising banget sumpah otak gue. Gue ingin menyampaikan pendapat tentang Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden untuk Periode 2019 – 2024.

Tahun ini, semua orang udah bisa menebak siapa aja yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden. Yang artinya, memang sebagian besar dari rakyat kita sudah meng-iya-kan ketokohan dari kedua sosok yang santer sekali berkeliaran di semua keputusan politik negara ini. Jarang ada yang berfikir bahwa Pak Jokowi dan Pak Prabowo bisa aja ga mencalonkan diri sebagai Presiden, dan Jarang ada yang berfikir bahwa bisa saja Pak Jokowi dan Pak Prabowo bergandengan maju sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Karna apa? Karna kita semua menyaksikan dan merasakan aura negara ini selama lima tahun ke belakang. Bahwa ada sosok Jokowi sebagai Presiden, dan ada sosok Prabowo sebagai pimpinan oposisi. Nyata, No doubt.

Baca lebih lanjut

Terjemah Jurnal, Abstrak, Karya Tulis Palembang

Halo, jika kamu sedang membutuhkan jasa translator dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris dengan harga murah untuk karya tulismu bisa email ke mona_khoirunnisah@yahoo.co.id .

Saya dan teman saya sudah sering mengerjakan translate Jurnal Ilmiah beberapa tahun ini, harga berkisar antara Rp. 30.000 s/d Rp. 100.000 per lembar, semua tergantung tingkat kesulitan dan jumlah hari mengerjakan. Untuk pekerjaan borongan (tanpa hitungan lembar) pun bisa dikerjakan sesuai negosiasi. Saya bukan Penerjemah tersumpah, sehingga tidak menerima legal translate seperti Ijazah dll. Hubungi email tersebut ya untuk translate tulisanmu terutama yang domisili Palembang! Thank You.