KULIAH DI POLSRI (Part 4)

Halo Halo Halo.

Lama sekali tidak menulis di blog lagi, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang 2 jurusan yang belum dibahas pada postingan sebelumnya. Yaitu Teknik Komputer dan Bahasa Inggris.

Sekali lagi, saya cuma sharing pola pandang saya tentang kedua jurusan tersebut, karna saya bukan berasal dari kedua jurusan itu. Saya alumnus Teknik Sipil 2015.

Baca lebih lanjut

Iklan

KULIAH DI POLSRI? (Part 3)

 

20141204124805

Bersama sebagian temen kelas, jaman semester akhir cari judul.

 

Ini Sambungan dari tulisan saya sebelumnya, jadi silahkan baca yang sebelumnya biar connect hihi. Part 1 , Part 2 .

Setelah dua jurusan paling tua di Polsri yang saya ceritakan, kali ini mau cicil jurusan-jurusan lain. Which means not my major, jadi maaf kalau tidak detail.
Baca lebih lanjut

KULIAH DI POLSRI? (Part 2)

IMG_7306 - Copy

ketika jadi kakak pendamping di Diksarlin 2015

kelanjutan dari tulisan sebelumnya disini jadi harap baca itu terlebih dahulu agar connect.

ACADEMIC LIFE

Banyak yang bilang, Politeknik itu ibarat SMK. Ada benernya sih, tapi tidak sepenuhnya. Memang kita dituntut untuk 60 % Vokasi alias praktek sehingga kita unggul di praktek. Tapi kita juga diajarkan teori. Masih belum terbayang?. Oke jadi gini, saya jelaskan di Program Studi saya dulu ya, saya di PJJ (Perancangan Jalan dan Jembatan) Jurusan Teknik Sipil. Kami akan dibagi jadwalnya dalam satu semester kapan kami harus Praktek di Laboratorium atau Bengkel, selebihnya di ruang kelas teori. Kita di Bengkel ya selama 2 Minggu – 2 Minggu change sama job yang belum dikerjakan. Jatahnya sampai 2 semester sebelum lulus setau saya untuk seluruh jurusan pun begitu. Sehingga ketika mau menyusun Laporan Akhir (D3) atau Tugas Akhir (D4) kita sudh tidak terbebani secara fisik karena kuliah praktek. Selama satu semester biasanya hanya beberapa minggu saja kita full di Bengkel kerja, atau Laboratorium. Meski di bengkel atau Lab, kita juga masih dikasih kelas kok jadi tidak seperti orang Romusha yang kamu bayangkan. Seru deh!

Baca lebih lanjut

KULIAH DI POLSRI ? (Part. 1)

1442332375420

Selamat datang para pencari informasi tentang Politeknik Negeri Sriwijaya…. Tulisan ini memang saya dedikasikan untuk kalian, karna saya tau bagaimana kondisi keingintahuan kalian menentukan masa depan kalian. Pasti pertanyaan yang terbersit adalah Apa beda Politeknik dengan Universitas, Gelar apa yang didapat, Peluang Kerja, Jurusan apa saja, Fasilitas, Biaya, sampai-sampai lokasi kost sekitaran kampus. Baiklah kakak akan membantu kalian *ceilaaah*

PENJELASAN SINGKAT TENTANG POLSRI

Masih ragu sama kualitas Polsri?… Oke, saya akan jelaskan sejarahnya secara singkat. Polsri didirikan bersama dengan 6 Politeknik Negeri lain di Indonesia, hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Swiss. Wiiiih, Swiss ! Tapi namanya dulu bukan Politeknik Negeri Sriwijaya, melainkan Politeknik Universitas Sriwijaya, Poltek Unsri. Kebanyakan manusia hingga detik ini masih menyebutnya seperti itu, menyebalkan sebenarnya tapi ribet juga jika harus menjelaskan “Polsri bukan lagi bagian dari Unsri udah pisah bla bla bla”.

Sebagai Pilot Plant dari Politeknik telah dilahirkan Politeknik Mekanik Swiss ITB pada tahun 1976.  Produk dari Politeknik ini sangat menggembirakan karena alumninya terpakai pada industri-industri.  Keberhasilan ini diusulkan dengan perencanaan pengadaan pendidikan Politeknik pada berbagai daerah  di Indonesia.  Dengan   bantuan Bank Dunia ke VII telah dilakukan proyek fase pertama dengan kredit No.869 IND yang mencakup :

  1. Sebuah pusat pengembangan Pendidikan Politeknik yang berkedudukan di Bandung.
  2. 6 (enam) buah Politeknik, masing-masing di USU, UNSRI, UI,ITB,UNDIP dan UNIBRAW.
  3. Pekerjaan fisik dimulai tahun 1981/ 1982 dan telah dapat dipakai pada tahun akademik 1982/1983 pada keenam politeknik diatas. Dengan telah mempersiapkan proyeksi ke depan tentang kebutuhan tamatan Politeknik untuk pembangunan, telah dimulai juga proyek perluasan Politeknik fase kedua dengan bantuan Bank Dunia ke VIII dengan loan 2290-IND meliputi:

*  Perluasan pusat pengembangan Pendidikan Politeknik di Bandung.

*  Perluasan 6 (enam) Politeknik fase pertama.

*  Pengadaan 11 (sebelas)  Politeknik pada :

UNSYIAH, UNAND, UNHAS,  ITS, UNTAN, UNLAM, UNMUL, UNSRAT, UNPATTI, UNCEN dan UNUD.

(Dikutip langsung dari website resmi polsri disini)

Baca lebih lanjut

Go-Jek Palembang

gojek460

Hari ini adalah hari pertama gue pake ojek online ini. Hahaha. Go-jek di Palembang udah santer 3 bulan belakangan, tapi beroperasinya 1 bulan belakangan. Karna seminggu lalu coba pernah order malem-malem, tapi sayangnya kode verifikasi aplikasi untuk profil gue lama banget didapetnya. Sampe gue musti kirim mention ke twitter Go-Jek, telfonin call center mereka. Beberapa hari lalu setelah gue udah bisa punya profile di aplikasinya Go-Jek ini, gue mencoba order dari Palembang Square untuk temen gue yang pulang ke arah KM-5. Dan asli, cepet banget responnya. Gue suka!

Jadi, setelah gue masukin semua data ke aplikasinya di android gue, trus gue klik ‘Next’. Seketika ada telfon masuk yang nanyain gue apakah bener gue order go-jek?. Hahaha. Akhirnya sempet nunggu beberapa lama, dan datanglah Go-Jek pesenan kami. Sempet nyasar abang-abang itu, tapi emang bukan salah gue kasih arahan. Si abangnya juga pake jaket driver go-jek yang fenomenal itu ijo ijo hahaha. Jadi susah untuk mengenalinya dimalam hari. Singkat cerita, temen gue naik dan mereka cuuuuss pergi.

Baca lebih lanjut

Generasi Larva: Memulai 100 Tahun Kedua

monday-playlist-indonesia1-679x475

Oleh: Noe Letto (Kompas, 18.05.08)

Salah satu produk populer di ”dunia gaul” dari 100 tahun kebangkitan bangsa kita adalah idiom ”Indonesia banget!”. Bahasa tubuh dan mimik yang mengungkapkan istilah itu mengungkapkan konotasi negatif.

Mungkin sekali saya salah, tetapi sering kali saya merasakan bahwa ”Indonesia banget” adalah kata ganti untuk semacam perilaku negatif, yang sehari-hari atau bahkan untuk kasus-kasus dalam skala yang lebih besar. Misalnya, buang sampah sembarangan, melanggar peraturan lalu lintas, merokok di no smoking area, tidur saat rapat atau sidang, koruptor tak terhukum, umbar janji pemilihan, bahkan pada kasus tertentu: ngiler bisa dikomentari ”Indonesia banget lu!”.

Baca lebih lanjut