MEMUTUSKAN MEMIMPIN

YOSH!

YOSH!

Wanita dan kepimpinan, adalah topic hangat dalam hidup seorang Mona Khoirunnisah satu minggu terakhir ini. Bukan hal konyol saya mengesampingkan skripsi saya demi topic ini. Saya dicalonkan bersama dua lelaki lain menjadi pemimpin sebuah organisasi eksternal yang ada di kota saya. Butuh waktu dan perhitungan matang untuk maju. Saya memang menyatakan kesanggupan saya, namun dengan banyak pertimbangan. Dan ketika mengetahui siapa saja kandidat lain, lalu melihat situasi forum, saya tidak bisa serta merta menyanggupi lalu bertarung.

Alasan utama saya ialah Agama. Karna, beberapa kali dulu saya dicalonkan ketua di organisasi lain saya mengatasnamakan Agama untuk ini dan alas an itu diterima. Namun, kali ini tidak sesederhana itu. Jika saya menyanggupi, memang belum tentu saya memenangkan pertarungan, namun kemungkinan itu ada. Jika saya mengundurkan diri, belum tentu saya dapat kesempatan menyelamatkan sesuatu itu dua kali. Dan masih banyak lagi.

Beberapa rekan memberikan semangat, beberapa lagi memberikan pandangan, beberapa mendukung penuh saya, beberapa lagi menganjurkan saya untuk tidak melanjutkan, ada banyak sekali masukan pertimbangan di benak saya tentang ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

HIKMAH MARAH

SPEAK UP!

 

Kali ini gue mencoba menjadi sosok gue yang lain untuk menggambarkan sebuah perasaan yang gue juga alami sebagai manusia yaitu “kemarahan”. Gue ngga berniat menampilkan kemarahan yang ‘kemana-mana’ hanya menjelaskan dengan lebih ke-gue-an. *abaikan

Jadi gue dikampus itu punya temen dikelas yang udah tenar banget sebagai orang yang hobi dan rajin banget ngementarin hidup orang, ngebully dengan cie-cie yang kagak jelas bertahun-tahun hingga kini kami semua semester 8.

trus, kenapa gue marah?

Hm, gue bukan marah lagi, gue udah ngga bias marah, gue udah mendekati kata ‘muak’. *jeng jeng jeng jeng*… hampir, 4 tahun ini yang jadi subyek dicela-celain tuh gue, konstan banget. Gue paling heran, kalo gue udah mulai dijodohin sama semua cowo yang menurut mereka ‘ga bakalan jadi’. Gue udah berkali marah sama temen kelas gue ini, gue udah berkali coba ikutin maunya apa, gue juga udah coba segala cara, tapi masih aja gitu. Gue kepikiran kalo orang sejenis ini harusnya di Rukiyah, biar keluar semua syaitan dalam dirinya.

Baca lebih lanjut