SERPIHAN RENGGINANG YANG “MENCARI PARTNER”

1546435_366898676768706_68497063_n

Sepucuk surat undangan berwarna merah muda datang ke teras rumah ku sekitar dua hari yang lalu. Undangan dari Retno, teman kuliahku. Seperti dugaan bersama, Retno pasti menikah lebih dulu. Tertera tanggal 13 Maret, wah gawat akadnya tanggal 12 Maret sedang aku ada acara nasional tanggal 12. Otomatis aku hanya bisa datang di resepsi. Yang ada dibenakku, malas sekali jika harus bertemu teman kampus yang menanyaiku bla bla bla. Semacam aku kerja dimana sekarang. Aargh

Tapi bukan itu yang menjadi kegelisahanku sehingga menuliskan ini, melainkan tulisan disampul undangan “Mona Khoirunnisah dan Partner” awalnya aku tak terlalu aneh. Ku fikir, aku akan bersama Fatma, Ovin atau siapapun temanku. Tapi ternyata mereka sudah punya ‘Partner’… Yah serpihan rengginang ini mulai gelabakan. Terbersit Untuk tidak datang saja di pernikahan Retno, ah tapi tidak mungkin karna sudah jauh-jauh hari aku berjanji datang jika ia menikah. Kalaupun aku memutuskan untuk datang sendirian, apalah fungsi kehadiranku diacara itu selain sebagai bahan bercandaan (lagi).

Temen kuliah yang dulu sentuhan sama lawan jenis aje kagak mau, eh sekarang udah punya Partner. Zzzz. Ada juga temen kuliah yang dulu sama-sama gue kenal eh sekarang udah jadi Partner. Zzzz. Ditambah lagi temen kuliah yang dulu katanya mau tobat punya banyak Partner, eh sekarang malah tambah matrealis. Zzzz.

Sedangkan serpihan rengginang ini masih saja mengapung tanpa arah soal begituan. Bagiku, Komitmen dan Ideologi itu harus beriring. Kalau Ideologimu berubah, Komitmenmu pun berubah. Begitulah yang teman-temanku yang mendadak ber-partner itu. Ideologi Sosial Media mereka yang “bla bla bla Halal sampai Akad” itu nihil adanya. Aku sebenarnya tidak berhak menilai, hanya saja aku agak risih melihat citra luar dan dalam yang bertolak belakang. Sedangkan aku yang sudah terlanjur dinilai orang sana-sini masih saja bergulat untuk mengerjakan ideologi tersebut. I mean, iya sih siapa juga yang mau sama serpihan rengginang…

Level pemikiranku stuck sampai situ, masalah Partner-Partneran ini memusingkan. Agak berlebihan memang, tapi itulah yang aku rasakan. Kegelisahan teman kanan kiri tidak lagi se-ideologi itu lebih memusingkan daripada kenyataan bahwa aku akan datang sendirian. Ternyata, aku sendirian yang masih berjuang, mereka yang cantik – populer – dsb itu mah wajar banyak godaan dan berubah haluan, lah serpihan rengginang ini? Mengambang aje terus sampai tengah laut hahaha.

Karna, gue mencari pun entah apa nanti hasilnya. ‘Mona mencari Partner’ yang ada malah akan terkesan sangat amat menyedihkan. Okelah, serpihan rengginang akan menghadapi saja realita. Hidup serpihan rengginang ini sedang terombang-ambing badai besar, janganlah ditambah lagi pemikiran akan hal yang seharusnya tidak dipikirkan. Sekian.

 

Tertanda,

 

Serpihan rengginang yang akan membangun pabrik rengginang.

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s