Lost Star

1440343005443

Kalian mungkin kehilangan seorang teman, seorang sahabat, atau bahkan seseorang yang dalam caption kalian sebut Keluarga. Tapi, saya tidak kehilangan siapa-siapa. Dia pergi, bagi saya dia tidak bisa saya beri label lagi, entah sebagai sahabat atau teman atau adik atau keluarga. Dia adalah bagian dalam hidup saya yang paling akan susah saya lupa. Bersama dia saya bertumbuh, saya khilaf dia pernah lihat, saya tertawa dia pernah menyaksikannya, bahkan saya pernah menangis diatas kendaraannya hingga rumah. Lalu sekarang, jangan pernah tanyakan saya, saya kehilangan atau tidak ketika dia melangkah dan mungkin tidak akan pernah saya temui lagi.

Saya samar-samar ingat, betapa saya merasa mengetahui sebagian kisah hidupnya ketika banyak orang mengagumi langkah-langkah gemilangnya. Saya ikut merinding mendengar keberhasilannya, saya ikut ingin menangis mendengar apa yang ia usahakan sudah tercapai satu per satu. Saya akan tetap bangga, akan tetap merasa bahagia, meski mungkin tidak berhak lagi untuk ikut tertawa.

Menuliskan ini menguras air mata saya, susah saya redam. Saya menulis ini karna saya tak sanggup melepas dia pergi kemarin. Padahal jauh-jauh hari ketika dia mengikuti seleksi saya sudah berjanji akan menghantarkannya ke Bandar Udara. Entahlah, saya rasa dia akan benar-benar jauh. Saya akan benar-benar jauh. Bagian saya dalam hidupnya sudah benar-benar selesai. Dia pasti melangkah dengan banyak dukungan dari orang yang lebih mengenal dia, lebih ingat makanan favoritnya, lebih fasih tentang porsi makannya, lebih hafal tentang ekspresi mukanya. Sedang saya, saya bukan siapa-siapa.

Saya tahu Dia akan menuai sukses sesuai kerja kerasnya selama ini. Dia yang memasuki seleksi organisasi kami dengan peringkat pertama sesuai dengan pertama kali saya membaca biodatanya. Saya tidak mungkin mempertahankan sesuatu jika itu tidak akan gemilang menurut observasi saya selama ini. Dia akan jauh lebih hebat dalam karirnya dengan dukungan penuh orang-orang dibelakangnya.

IMG04047-20141118-1646

Saya sadar selama ini saya tidak benar-benar dibelakangnya, saya terlalu egois untuk mencoba berjalan beriringan sebagai manusia yang bertumbuh bersama. Dari sebelahnya saya bisa melihat apa yang ada dibelakang dan apa yang ada didepannya. Saya hanya berharap, bahwa dia akan menemui orang-orang yang benar-benar akan membantunya dengan tulus, tidak mengejar kebahagiaan saja namun membantunya merangkai dan wujudkan mimpi. Saya hanya berharap, bahwa dia akan bersama dengan orang-orang yang tiap hari membanggakan masa lalunya dan mendoakan masa depannya.

Sampai dengan paragraf ini pun saya masih berlinang air mata. Aih. Dia jauh sekarang… Dia jauh.

Saya mungkin tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi nama dalam prioritas hidupnya. Namun, saya masih berangan-angan bahwa dia akan datang dengan sekawanan yang lain ditiap momen bahagia saya. Dia akan saya kenalkan pada orang yang akan saya nikahi. Ya Allah…. ternyata dia ini berharga sekali bagi saya. Berharga sekali.

Air Mata yang saya tumpahkan karna orang ini, tidak sebanding dengan banyak hal indah yang kami semua lalui bersama. Lalu, bagaimana saya bisa begitu kecewa? Mungkin karena orang ini berharga sekali.

Dulu, saya begitu khawatir jikalau ia kecewa berat ketika bertubi potensinya tak kunjung membuahkan jabatan. Hati saya melihat saudara saya ini remuk redam. Tapi toh sekarang Allah membalas semuanya, potensinya diakumulasi Allah dengan masa depan yang cerah untuk ditempuh.

Hm… Dede Kurniawan.

IMG_1627Mbak tidak akan pernah lupa, tak akan pernah mencoba lupa.

Semoga Allah melindungimu, mewujudkan cita-citamu. Setidaknya biarkan mbak mendengar cerita gemilangmu di masa depan. Mbak sudah tidak sabar untuk kembali mengingat, bahwa setidaknya mbak ingat bekal makan siangmu dari ibu mu dulu yang sering membuat mbak merasa iri dan terharu.

Mbak tidak akan pernah lupa, tak akan pernah mencoba lupa.

Ibarat merancang sebuah roket untuk ekspedisi besar umat manusia, Wusssh Roket meluncur, saya tau kemungkinan roket kembali itu kecil. Tapi saya lebih tau bahwa ketika roket berhasil mengorbit, ia akan memberikan banyak hal baru bagi peradaban, ia jauh namun manfaatnya terasa dekat. Roket mungkin akan dikenang karna kepergiaannya ke tempat yang tinggi, Lebih jauh dari itu Kepergiaannya adalah Keberhasilan Menara Pemantau🙂

Selamat melanjutkan hidup! Do’a mbak menyertaimu.

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s