Nevoa da Meia-Noite

terang - gelap vs gelap - terang.

terang – gelap vs gelap – terang.

Nevoa da Meia-Noite. Kabut Tengah Malam.

Tepat pukul 23:25 WIB gue memulai menulis ini, dengan lantunan musik melonkolis dan bacaan Supernova Gelombang gue mulai mempertanyakan dan mencemaskan hal di masa depan. Entahlah, tiba-tiba….
Gue masih aja bingung tentang masa depan, meski gue tau terlalu merisaukannya adalah hal sia-sia. Namun perihal percintaan gue beberapa kali digaplok selama seminggu kebelakang. Setiap gue jalan-jalan bersama temen – temen gue dikampus, gue selalu aja dihina karena predikat single. Meski gue sering diem dan memendam amarah karna kalimat “emang mbak mona punya mantan pacar? Sok-sokan bilang tentang cinta”. Menohok sekali pemirsa. Lalu temen sekelas gue yang gue bantu untuk move on dari mantan pacarnya dengan tidak memperdulikan niat baik gue mengirimi gue pesan “makanya rasain dulu pacaran. Ngga mudah!

Ini konsep gue yang keliru, atau mereka yang salah besar?

Gue mungkin selalu sendiri hingga kini. Bukan karna gue ngga suka Pria, Bukan karna gue terlalu asik dengan dunia gue, Bukan karna gue terobsesi dengan sebuah hal, Bukan karna gue ngga laku, Bukaaaaaaaan…

Sahabat-sahabat gue semenjak Madrasah tau persis alasannya. Seorang Mona Khoirunnisah, pernah berjanji ingin bertemu dan menghabiskan hidup dengan seorang Pria yang menjadi ‘Pertama dan Terakhir’ buat gue. Selain itu, gue tipe anak penurut, ayah dan ibu melarang anak-anaknya untuk pacaran, mereka bilang kami harus sukses dan lebih baik belajar saja dulu. Dan satu hal lagi yang mendasar, meski gue bukan muslimah yang hijabnya menjulur hingga tumit kaki, gue bersikeras ingin single karna Agama. Dan ini Prinsip!

Gue ngga tau kedepannya akan bagaimana, apakah gue akan menikah tanpa pacaran, apakah gue akan minta dijodohkan, atau akan ada pria yang melamar gue, gue masih belum tau tentang itu secara jelas. Jujur saja, gue masih menganggap itu terlalu jauh untuk gue siapkan dari sekarang.

Selama 20 tahun hidup gue, bukan ngga pernah gue mengagumi seorang laki-laki atau bahkan jatuh cinta. Gue bahkan pernah menangis karna hal ini, Gue pernah sampai larut melakukan tindakan bodoh chating sama cowo sampai tertidur, Gue pernah Gue pernah Gue pernah!. Gue sadar, gue memang bukan tipe wanita elegan yang mempesona kebanyakan pria, tapi ya untungnya masing ada lelaki yang singgah untuk jadi teman dekat kok *nyaaaaah . Allah melindungi gue dan janji gue, selalu saja ada cara untuk dijauhkan, terima kasih Allah…

Gue bahkan pernah menyesal sekali, pernah teramat dalam, sampai gue pun berkata pada diri sendiri “kamu itu ngga cantik sa, standard banget, kok kamu bodoh sih nolak orang yang sangat lumayan itu.” But somehow, i just did it! (mungkin kekuatan Allah untuk meneguhkan prinsip gue)

Sampai pada gue menyadari bahwa: Apakah gue terlalu selektif, Apakah gue yang dinilai cukup cerdas untuk hidup sendirian sehingga egois terhadap pilihan, Apakah gue menjadikan orang yang mencoba dekat menjadi teramat kaku, Apakah gue yakin masih ada orang yang akan mendekati gue dengan semua track record aneh gue?

Kabut! Pikiran gue berkabut malam ini memikirkan hal ini. Apa gue harus sadar diri? Ngga usah lagi mencoba memantaskan diri, toh segini saja masih ada orang yang digilai orang lain mencoba dekat. Aaarrgghhh gue ini terkadang narsis sekali!!

Terlebih ketika gue datang ke sebuah pelatihan dimana gue bertemu dengan semua delegasi terbaik organisasi sekota gue. What a surprise! Beberapa pimpinan tertinggi organisasi mengenali gue, padahal gue ngga sebegitu mengenalnya, ada yang bahkan namanya aja gue ngga tau. Gue ngga punya jabatan bahkan. Lalu apa yang mereka dengar tentang gue?. Gue melihat list kontak bbm, ada mereka disana… ada mereka…. orang-orang yang cukup bisa dijadikan idola itu. Tapi entah kenapa, bukan itu yang buat gue tertarik, bukan yang ada pada diri mereka.

Sempat beberapa kali mereka memulai percakapan, malah gue yang terlihat aneh atau terlebih merasa PD dengan mengakhiri. Gue ini kenapa ya?. Merasa pantas dikejar? NO, gue cukup tau diri kok. Apalagi kalau gue sedang berada di tempat berkumpulnya muda mudi kota, gue mah apa atuh banget!. Tapi apa yang membuat gue seberuntung ini? Gue bisa mengenal mereka yang bermasa depan cerah di kota ini secara batiniah, meski mereka pun bukan kalangan atas yang semuanya berkendara roda empat.

Akan selalu ada yang lebih sering membaca buku daripada gue, Akan selalu ada yang lebih taat beribadah daripada gue, Akan selalu ada yang jauh lebih cantik daripada gue, Akan selalu ada yang jauh lebih kaya daripada gue, Akan selalu ada yang jauh lebih cerdas daripada gue, Akan selalu ada yang lebih lebih dan lebih. Tapi, jika kamu cari orang yang mau dibimbing untuk belajar jadi yang terbaik, gue lah orang yang tepat!” <<<< caaaaahh Selalu gue jadiin alasan, Selalu…. entah untuk siapa, gue suka saja jika gue merasa rendah diri, kalimat itu yang menguatkan.

Ya, mungkin gue bukan cewe yang paling keren, tapi gue akan selalu mencoba jadi yang terbaik untuk diri gue sendiri, be the best of me!

Perihal jodoh, gue percaya Allah. Selagi gue melakukan yang terbaik untuk Nya, Dia juga pasti melakukan yang terbaik untuk gue. Bukankah setiap wanita punya daya tariknya, mungkin saja kecerdasan, mungkin juga keunikan, masih banyak kemungkinan lainnya. Yang pasti, apa yang ada pada diri masing-masing kita pasti setidaknya pernah menarik hati seseorang, atau mungkin hingga sekarang masih ada yang tertarik dengan itu. Dan sedang mempersiapkan dirinya untuk mengetuk pintu rumah kita, dan menemui Ayah, who knows?

Semoga dia bisa menyingkirkan kabut dalam setiap malam dimana gue bertanya tanpa kepastian. Semoga dia orang yang sesegera mungkin membuat gue merasa pantas dan siap untuk saling membersamai seumur hidup kami. Semoga🙂

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s