MENGELUH

kadang menyebalkan menunggu kamu.

kadang menyebalkan menunggu kamu.

Sudah lama tak berjumpa, sudah lama pula tak aku sampaikan surat-surat cinta dunia maya. Kepada mu, yang entah siapa. Rasanya rindu, sendu.

Kamu harus segera khawatir, karena aku sekarang sedang teringat ucapan seorang teman kampus ku tentang kebiasaan ku mengeluh. Haha, kamu pasti bingung, apa hubungannya sehingga kamu harus khawatir?. Begini loh, teman ku ini orangnya rajin ibadah, ideal lah pada intinya. Beliau tidak satu kelas, tidak satu lingkungan, hanya saja kampus mengenalkan kami satu sama lain. Bertemu dengannya membuat jiwa ku ini rasanya ingin bercerita saja kepadanya, mengenai hal-hal yang menurutku aku butuh masukan dari orang rajin ibadah seperti dia. Tak jarang aku curhat, dan itupun tak disengaja. Beliau akan meluangkan waktu, meski kami mengobrol hanya berdiri di koridor dan berjauhan. “kamu ini mengeluh terus, sa.”

Satu kali pendapatkan ungkapan itu aku tersentak, aku rasanya ingin segera berubah. Eh, tapi setiap aku curhat lagi, kalimat itu tak pernah lupa ia lontarkan. Kan, menyebalkan…

Tapi semakin kesini aku jadi ingin kalau kamu yang akan menyadarkanku seperti ia. Meski kami tidak sering bertemu, karna batas dan berbagai alasan lain. Aku berfikir, kalau setidaknya dari pertemuan singkat dia mengingat keluhanku. Hahaha. Begini ya rasanya ‘didengarkan’. Padahal, kadang aku pun lupa sudah cerita apa ke dia. Aku takutnya, jika kamu tidak segera datang dan kebiasaan mengeluhku belum sirna, aku akan terus menerus tanpa sadar bercerita lalu nyaman dan jatuh hati.

Menuliskan ini kepadamu tentang dia, apakah membuatmu cemburu? Ah sepertinya tidak. Lagipula aku tak tau siapa kamu, dan waktu untuk bertemu pun sepertinya masih lama. Tapi semoga saja, tulisan ini tidak mencerminkan bahwa aku memang pribadi yang suka mengeluh. Buktinya, ketakutan ku akan jatuh hati sebelum kau datang saja aku tuliskan. Apalagi jika pertemuan kita masih lama, aku akan lebih sering mengeluhkan kerinduan ngga ya? Semoga saja tidak.

Aku tidak tau siapa kamu, apakah kita mengenal, apakah kita hanya bertatap layar dunia maya beberapa kali, apakah sekarang mungkin kamu ada beberapa meter dari mejaku menulis, apakah mungkin kamu sedang di benua lain menimba ilmu, apakah kamu sedang patah hati karena kekasih lamamu, entahlah. Yang pasti, kamu yang aku tuliskan ini, kamu yang aku maksud, yang Allah maksud, Jodohku.

Tenang, Aku setia kok.😀

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s