SALAH KAKEK ATAU SALAH MALAIKAT ?

buku ini keren!

buku ini keren!

[Dilansir dari buku Letters from Turkey karya ustadz Faris BQ]

Salah satu ayat al-qur’an yang kusimpan baik-baik dalam menginspirasi jalan kesuksesan, baik dalam prestasi personal atau dalam pergaulan sehari-hari, adalah kalimat pendek di akhir surah Al-Baqarah, “Lahaa maa kasabat wa’alaihaa maktasabat.” Ini bermakna, kita 100% bertanggung jawab atas apa yang kita peroleh.

Ini mengagumkan, sebab kita sering terhalang untuk sukses karena menyalahkan hal-hal di luar diri kita. Kita juga selalu bereaksi negatif atas perilaku orang lain ke kita yang ternyata dilakukannya juga karena ulah kita. Lebih berbahaya lagi jika yang bersikap seperti ini adalah orang yang baru tahu satu dua ayat Al-Qur’an dan hadits.

Golongan ini biasanya tidak hati-hati bertindak. Terburu-buru, tidak sabar dengan target yang ingin dicapai, dan mengabaikan hal teknis asal niatnya baik. Maksudnya asal niatnya baik, cara boleh salah dan kadan menyakitkan orang lain. Tapi kalau nanti ada yang ribut atau protes dengan perilaku mereka, mereka secepatnya menyodorkan cermin ke orang lain. Mempertanyakan kenapa bersikap seperti itu kepadanya. Tapi ia lupa akar penyebab mengapa ia diperlakukan seperti itu oleh orang lain.

Sederhananya begini lho, kawan. Ada orang yang lihai berperang dalil untuk menyerang orang lain. Terhadap diri sendiri malah abai. Menyodorkan cermin ke orang lain, rambut sendiri masih acak-acakan. Berbuat semau gue, tapi enggak mau diperlakukan begitu oleh orang lain. Tidak bisa mengklarifikasi sikap, tidak memerhatikan watak orang lain dan budaya lokal.

Maksudku mengklarifikasi sikap itu seperti ini : Kepada orang pelit jangan diminta, kepada orang malah jangan disuruh-suruh, kepada orang penakut jangan ditakut-takuti. Jangan menganggap semua orang bisa menerima sikap dan tingkah laku kita hanya karena kita beralasan niat kita baik.

Jika tidak suka permusuhan, jangan memancing pertikaian. Jika cinta damai, jangan menyikut kiri kanan. Jika mau orang ain respek kepada kita sesuai dengan ayat-ayat yang kita keluarkan itu, kita juga harus mampu menjaga sikap sesuai dengan ayat itu. Jika ingin orang lain tidak berprasangka buruk, jangan berdiri ditempat yang mengundang praduga. Ketika kita sudah menjaga saja, orang masih bisa menanggapi salah. Apalagi kalau kita mengabaikan. Ingatlah! Orang lain bersikap kepada kita sesuai dengan sikap kita kepada orang itu. Tiap jiwa mendapatkan hasil dari apa yang dia lakukan.

Suatu hari Nabi saw. Bersabda, “ Janganlah seseorang mencaci ayahnya sendiri”.

Para sahabat terkejut, “memang ada orang yang mencaci ayahnya sendiri, wahai utusan Allah?”

“Lho, kalau seseorang mencaci ayah orang lain, maka orang lain akan balas mencaci Ayahnya kan?” demikian sabda Rasulullah saw. Inspiratif sekali, bukan?

Ayat diawal Al-Baqarah dan hadist diatas semakna. Bercerminlah ke dalam diri dulu, baru kemudian melontarkan dalil untuk orang lain. Jangan menuntut orang lain memujamu, jika sikapmu merendahkan keberadaan orang lain.

Suatu hari seorang anak berjalan melewati orang tua yang sedang duduk memancing. Anak itu bertanya “Sedang apa, kek?”

Tanpa dinyana kakek itu menjawab, “Enggak lihat apa? Lagi mancing, goblok!”

Namun anak itu masih bertanya, “Dapat ikannya, kek?”

‘Enggak dapat. Goblok!”, sahut kakek itu.

“Kakek umpannya apa?”

“Ya pake cacinglah. Goblok!”

“Coba pake keju dan sambal dong, kek”, saran anak itu

“Emang bisa?” tanya kakek itu penasaran

Anak itu pun berteriak, “Yaa enggak bisaaa. Goblok!”
Sang kakek kaget, padahal sikap yang ia dapatkan bermula dari sikapnya juga. Saking kagetnya, kakek itu jantungan dan meninggal.

Di kuburan, malaikat datang dan bertanya, “kek, kamu punya agama, enggak?”

Kakek itu menjawab “Ya punyalah, Goblok!”

“kalau jawab yang sopan dong, siapa tahu bisa dihidupkan lagi,” kata malaikat itu.

“Emang bisa?” tanya kakek itu.

Malaikatpun menjawab, “Enggak bisalah, Goblok!”

Repot kan? Jadi yang salah kakek atau malaikat?

ANKARA, 12 OKTOBER 2012

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s