sebenarnya, sudah tak sabar.

harus sama-sama sabar.

harus sama-sama sabar.

Disaat muram mulai menguasai, Disaat perasaan terkhianati begitu menggebu, Kamu datang.

Ketika aku sudah hampir berhenti berharap, kamu datang bersama sejuta perhatian yang benar-benar sedang aku butuhkan. Andai aku menemuimu lebih dulu sebelum menjumpai luka ini, mungkin ceritanya beda lagi. Allah memang mengajarkan ku untuk menemui luka, agar akhirnya bahagia. Lagi-lagi rencanaNya untukku begitu indah. Dia mengirimiku, Kamu.

Kamu sosok yang jauh dan sulit aku rengkuh, berkabar hanya lewat layar saja, tapi saat bercakap itulah aku seolah menemukan sebagian kekosongan yang ada di hidupku selama ini, ternyata kamu bisa melengkapinya dengan sempurna. Melihatmu layaknya melihat impian akan masa depan.

Diberi dan Memberi Perhatian, adalah sebuah hal klasik dalam membersamai. Namun, bukan hal mudah untuk orang sepertiku, wanita yang sering dinilai sebagai orang perfeksionis bahkan ada yang menilai kalau aku wanita berhati baja yang susah luluh, entah kenapa bersamamu aku melelehkan diri saja rasanya. Hehe

Terima Kasih sudah berjuang, Maaf belum mampu memperjuangkan. Aku pernah merasakan bagaimana rasanya seolah dipermainkan, makanya aku mencoba menjadi yang terbaik dari diriku untuk melengkapi kamu, yang menurutku terbaik untukku.

“dan bila, takdir memang sudah menunggu waktu untuk mempersatukan aku dan kamu, aku ingin mengungkapkan bahwa: aku mencoba sabar, padahal sudah tak sabar.”

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s