Kehadiranmu

sisakan posisi pendampingmu, untuk diriku.

sisakan posisi pendampingmu, untuk diriku.

“Lalu aku mencoba mengalihkan luka dan pilu ku, pada sosok yang baru saja tiba… kamu.”

Perumpamaan sebuah hati yang mencoba sembuh, tepat sekali mewakili apa yang sedang aku perjuangkan ini. Memulihkan hati terlebih dulu, adalah tugas yang mendasar sebelum memulai lagi. Merapihkan yang berserak, menata ulang, hingga terlihat baik-baik saja, lalu mempersilahkan yang baru untuk masuk. Daripada memaksakan diri menerima orang baru ke dalam lubuk hati hanya dengan niatan mungkin ia bisa membantu mu beres-beres ruangan hati. Tidak, tidak begitu aturannya.

Kehadiranmu, seseorang yang memberitahu ku bahwa, jika ia pergi dari sebuah hubungan yang terlalu dipenuhi harapan, maka biarkan saja. Walau bahkan ia kembali pada masa lalu, atau memperjuangkan orang lain lagi dengan keseriusan yang jauh lebih penuh dibanding memperjuangkanmu, biarkan saja. Kehadiranmu, kamu seolah datang sebagai obat penawar.

Memang ternyata, bersama mu lah mimpi-mimpi ku kembali hidup. Melewati ruang semu dunia maya, aku memulai menunggu. Memang ternyata, bersama mu lah aku menggebu-gebu mencintaiNya, karna bagimu Dia lah yang boleh memberi izin dua hati mencintai.

Melalui mu, aku lebih mencintai Nya.

Adakah alasan lain, aku untuk tidak mendambakan posisi pendamping mu? Adakah?

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s