kembali pada mu pun adalah pilihan.

memutar arah, menuju mu kah?

memutar arah, menuju mu kah?

Maafkan aku pernah mencoba mencintai seseorang selain kamu. Maaf ya

Aku ternyata tipe orang yang tidak terlalu bisa bersabar menunggu untuk waktu yang lama. Sepertinya kali itu saja aku lalai menjaga cintaku, aku janji, tidak akan pernah lebih dari itu. Janji !

Maafkan aku tidak mencoba kembali padamu ketika kau mencoba kembali padaku. Maaf ya

Teringat aku pada memori dimana aku masih saja teramat senang membaca kiriman-kiriman mu yang kau berikan padaku. Artinya kau masih punya porsi didalam hatiku. Tapi kini aku sendiri, jadi bila kau ingin kembali, aku bisa mempertimbangkannya. Eits, bukan berarti ketika aku tidak menerima ketukan isyarat kembali mu artinya aku berdua ya. Tidak, Tidak sama sekali. Ketika itu, aku sedang dekat, aku sedang menjajaki. Bukan hanya pada individu, tapi banyak hal yang aku harus rampungkan, kau tau beberapa bukan? Kita sempat berbagi kabar perihal itu.

Aku masih saja jatuh cinta pada tulisan, ini kebiasaan ku yang susah untuk aku pudarkan. Sebelum bertemu kamu, ketika bersamamu, dan setelah tak lagi bersama denganmu, aku masih saja jatuh cinta pada tulisan, dan juga tulisan-tulisanmu. Entah itu tentang sendu, tentang serdadu, tentang rangkaian kegiatanmu, tentang tipe wanita impianmu, tentang semuanya.

Memikirkan untuk beberapa pilihan kedepan, ternyata ada kamu terselip didalamnya. Aku berfikir, bagaimana bila bersamamu pun adalah pilihan ku dimasa depan? Apakah masih semenyenangkan dulu?

Aku tak pernah menutup hati, tak pula terlalu lebar membukanya.

Hanya untuk mereka yang kurasa perlu dan sudah bisa masuk kedalamnya, entah sampai bagian terdalam atau hanya permukaan hati saja. Akid, temanku, pernah bilang, “sedikit saja cintaku padamu, nanti Allah cemburu.”

Jadi aku sekarang sedang giat-giatnya merindukan Allah, agar rinduku padamu disampaikanNya. Sedang giat-giatnya menyelami perintah-perintahNya, agar bersamamu pun PerintahNya terhadapku. Sedang giat-giatnya belajar menikmati waktu berjuang dijalan Allah, agar tak terasa nanti kau sudah di depan pintu rumah ku, untuk bertemu dengan Ayah dan membicarakan hal yang sangat ingin ku dengar darimu.

Tapi, kembali kepadamu pun adalah sebuah pilihan. Jika itu pilihan terbaik menurutku, dan terbaik menurut Allah. Kita tidak bisa mengelak, dear.

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s