Masihkah ?

Masihkah?

Masihkah? Masih bisakah?

Tidak menarik memang, terus menerus berkecimpung dalam tulisan hanya untuk mengungkapkan perasaan. Aku ingin bisa berani berbicara secara langsung, menanyakannya langsung padamu, agar aku bisa melihat binar matamu, agar aku bisa membaca ekspresimu ketika aku menanyakannya. Tapi sepertinya tidak untuk saat ini, dan mungkin juga tidak bisa nanti-nanti. Kita berada dalam agama yang betul-betul menjaga kita satu sama lain.

Dan aku selalu mencoba patuh akan semua itu. Meski, sungguh aku ingin bertanya padamu. Karna agama pula, aku memberi jarak, aku berikan rentang agar kau mampu memilah. Harapanku waktu itu, dengan jarak ini, cinta mu bertumbuh terhadapku, terus menerus berkembang, tapi ternyata memudar, jarak dan waktu kah yang memudarkannya? atau kehadiran dia? Aku ingin menanyakannya, banyak sekali, yang membumbung di benak ku selama ini. Dengan semua yang sudah terjadi dan yang akan terjadi. Anggap saja aku sedang mengejar sebuah kepastian melalui jawaban di sebuah pertanyaan.

Aku bukan keturunan Padang, jadi bagaimana?

Aku keturunan dari suku yang tercipta paradigma terhadap kami, kami orang-orang yang kasar dan keras. Jadi bagaimana?

Masihkah aku bisa menjadi pujaanmu?

Jawab, aku butuh waktu untuk memulihkan perasaan jika kau menjawab ‘tidak lagi’. Jujur saja, setidaknya aku tau kebenaranya, dan aku bisa perlahan menjalani kisah baru.

Jawab saja, biar aku tidak bertanya-tanya.  

3 thoughts on “Masihkah ?

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s