Mahasiswa abad 21

kamu, bergerak dengan cara apa?

kamu, bergerak dengan cara apa?

Tantangan yang dihadapi dunia ini semakin kompleks, mulai dari permasalahan lingkungan, batas wilayah yang kian semu, hingga hak asasi transgender. Dengan semua tuntunan yang mau tidak mau dihadapi semua negara termasuk Indonesia, diperlukan pasukan di garda terdepan yang menghalangi kehancuran negara ini dan mampu menyelesaikan tantangan sesuai dengan yang sudah diperkirakan. Lalu, inilah peran mahasiswa, insan akademis yang diberi tampuk oleh rakyat untuk menawarkan solusi dan mewakilkan mereka dalam menggiring jalannya negara ini.

Kemudian yang menjadi persoalan berikutnya ialah keberanekaragaman mahasiswa, serta kemajemukan jenis-jenis kampus yang menaungi nya. Tidak bisa kita tampikkan lagi bahwa Indonesia kita ini belum mampu memberikan kesetaraan fasilitas pendidikan bagi seluruh warganya, terutama Perguruan Tinggi. Sehingga orientasi pergerakan cenderung berada di pusat, dan daerah-daerah diluar pulau jawa hanya menjadi corong-corong kecil dalam memberi implus perbaikan bangsa.

Kita tidak bisa menyamakan yang namanya Pergerakan Mahasiswa dikarenakan faktor vital ini, dimana antara mahasiswa di Pulau Jawa dengan dipulau Papua memiliki kendala-kendala tersembunyinya masing-masing terlepas dari sebuah kesenjangan yang memang sudah terlihat nyata. Kualitas Individu mungkin sama-sama berpotensi, namun ketika kita dihadapkan pada kesempatan, tentu lain lagi ceritanya.

Tidak ada juga namanya kemajuan sebuah negara, tanpa akademisi. Disini, bisa kita filterisasi bahwa, mahasiswa punya target studi masing-masing, ada yang benar-benar berfokus pada Akademik, ada juga yang bersemangat berorganisasi, dan masih banyak lagi. Ini lah yang bisa kita sinergisasikan, sehingga pergerakan yang dilakukan oleh Mahasiswa bisa saling bergandeng meski dijalannya masing-masing.

Hingga detik artikel ini dituliskan, banyak pergerakan teman-teman mahasiswa yang hanya terekspos di bidang-bidang tertentu saja. Jarang juga terdengar adanya gaung sebuah pergerakan keorganisasian mahasiswa, beberapa media bahkan takut dalam meliputnya. Padahal sebenarnya sudah sangat bergriliya lembaga-lembaga mahasiswa itu di daerah dan nasional.

Sudah teramat kompleks dan sangat sulit dijabarkan mengenai masalah dan capaian pergerakan mahasiswa. Mahasiswa abad 21 berhak untuk berkarya dengan passion nya masing-masing, Baik itu mereka yang berkarya melalui akademik, melalui organisasi, melalui kegiatan sosial, dan masih banyak lagi.

Kemajuan dari Mahasiswa bisa terlihat dari tindakan yang mahasiswa ambil ketika menanggapi isu tertentu, tidak lagi dengan aksi Demo atau sejenisnya yang sudah menjadi ciri khas mahasiswa. Banyak sudah aksi yang lebih kreatif, inovatif, dan bisa diterima oleh semua elemen masyarakat yang ada.

Asalkan benar-benar bergerak dengan Totalitas, sehingga hasil yang didapatpun bisa maksimal, meskipun belum optimal. Pemahaman mahasiswa diluar Organisasi pun harus dibubuhi dengan jiwa nasionalisme dan ilmu-ilmu kenegaraan, agar hasil yang mereka lakukan bisa menjadikan bangsa ini lebih baik. Ujung-Ujungnya untuk Indonesia.

Trias Politica yang dianut oleh Republik Indonesia pun sudah diupayakan masuk ke kampus-kampus, yang direpresentasikan melalui organisasi yang ada didalamnya, untuk mewujudkan replikasi sebuah negara. Di bidang Organisasi Kemahasiswaan, Indonesia memiliki BEM SI, BEM Nusantara, Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia, dan lain sebagainya. Ini adalah bentuk kesatuan yang ditunjukan oleh Mahasiswa bahwa Indonesia bisa bersinergi.

Organisasi yang ada di kampus-kampus pun tidak hanya terpusat pada Intra Kampus namun Juga Ekstra kampus.Animo mahasiswa terhadap Organisasi ini juga tak kalah kencangnya, dan bisa menjadi sebuah motor pergerakan berjenjang di elemen masyarakat.

Keterlibatan Pemerintah dalam menunjang pergerakan ini masih bisa kita nilai minim, serta pemangku kebijakan yang tumpang tindih antar kementerian. Legalitas terhadap sebuah perkumpulan sangat sulit untuk didapatkan dari pemerintah. Apalagi jika pergerakan mahasiswa butuh Dana, bagaikan menanti keajaiban.

Aksi yang sering dilakukan oleh Mahasiswa pun sering terkesan buruk, karena adanya tunggangan kepentingan dan juga anarkisme dari mahasiswa yang kurang bisa memahami esensi sebenarnya dari mengubah dan memprotes sebuah kebijakan ataupun gugatan terhadap fenomena yang sedang berkembang, ini layak untuk dikaji bersama.

Penyatuan Visi Misi bersama, serta korelasi dengan cita-cita atau pun Master Plan bangsa bisa menjadikan Mahasiswa sebagai sebuah aset yang tidak bisa di anggap remeh, karna keberlangsungan bangsa ini bisa ditentukan dari Kualitas Mahasiswanya di masa sekarang.

Dengan adanya kecanggihan tekhnologi, di media komunikasi dan informasi, sangat memungkinkan terciptanya percepatan pergerakan untuk membawa Indonesia menjad bangsa yang mewujudkan cita-cita luhurnya. Asalkan mahasiswanya mau bergerak, mau berkarya, dan bersinergi.

2 thoughts on “Mahasiswa abad 21

  1. “tidak lagi dengan aksi Demo”

    saya beri tanda kutip kalimat diatas, harus dipahami kembali makna aksi demo. memang hal ini menjadi opsi terakhir yang tidak mesti dilakukan. namun, hal ini juga bisa menjadi opsi yang sangat mematikan dikala pihak yang diseru tak menggubris. ini dilakukan untuk memperoleh perhatian agar persoalan yang diserukan dapat ditanggapi lebih serius. Dan aksi yang baik tentu memiliki teorinya sendiri.

    Penerapan sistem organisasi intra kampus dan politik negera tidak bisa disamakan, karena ketika berbicara tentang negara kita berbicara tentang hal yang lebih kompleks. kampus hanyalah miniatur dengan masalah terbatas, dan sebagian besar dari warganya malah acuh terhadap hal ini yang juga merupakan salah satu permasalahan tersendiri.

    Berbicara tentang TRIAS POLITICA ada satu hal yang merupakan titik lemah teori ini yaitu tidak padunya kesepakatan politik atau disorientasi tujuan suatu pemerintahan karena sarat dengan kepentingan yang beraneka ragam yang diakibatkan persaingan dalam demokrasi liberal.

    Fenomena yang saya tangkap adalah Mahasiswa saat ini terlalu terpaku pada sistem kolot Trias Politika yang membelenggu, yang sebenarnya organisasi kampus bisa berjalan lebih luwes. namun tak bisa juga dikatakan ini adalah hal yang salah sekali lagi kampus hanyalah miniatur dengan masalah terbatas, hanya nama-nama dan term yang dapat teradopsi, berbicara soal sinergisitas berkaitan hal ini justru malah sering kali berdampak pada disintegrasi.

    Pergerakan MAHASISWA juga akan lebih berjalan baik jika terlepas dari pendanaan pemerintah maupun pihak-pihak tertentu untuk melepaskan kemungkinan untuk ditunggangi.

    dan pertanyaan saya yang paling mendasar adalah:
    “Apa yang sebenarnya kalian para mahasiswa perjuangkan ?”

    Harus ada jawab atas segala orasi dan aksi. Kadang kala aktivisme dikalangan mahasiswa hanya dijadikan “GAYA HIDUP” bukan kebutuhan hidup yang kemudian menjadikannya semu, dan mendistorsi sikap rebellous darah muda, menuju ke arah sikap manut.

    • Halo Mas Ghazi, sepakat sekali dengan pendapatnya.

      saya pernah menulis (dengan pendapat saya yang awam) mengenai aksi di postingan beberapa bulan lalu. dan sepertinya kita satu frame.

      perihal Trias Politica, semua sistem pasti memiliki celah. Dan konsep ‘miniatur’ yang dijalankan di organisasi mahasiswa, adalah bentuk lain dari kemanutan mahasiswa dengan darah muda nya terhadap pemerintah. Karna sesuatu yang kompleks disusun dari gugus-gugus sederhana.

      lalu, masalah kutipan tersebut. saya melihat fenomena ‘segar’ dari rekan-rekan organisastor di beberapa perguruan tinggi, mereka lebih mencoba elegan dengan menanggapi isu lalu mencari para ahli dan yang bersangkutan dg isu lalu mereka coba menjalin komunikasi dan menjadi fasilisatornya.

      ini terbukti dg beberapa kontrak politik yg berhasil mereka buat (terlepas dari efektifitasnya), lalu juga beberapa akun sosial media yang menjadi sorotan karna ulasan-ulasan mereka sudah cukup ‘heroik’ dan menjawab beberapa makna dari demo, meski hanya dalam bentuk tak langsung.

      sekali lagi saya ingin tekankan bahwa ini hanya pendapat saya, dari lensa saya, dan saya bukan apa-apa, belum punya pengetahuan lebih. harap dimaklumi.

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s