Aku Tidak Pernah Mau Jadi Bayang – Bayang

ada namun nampaknya saja.

ada namun nampaknya saja.

Karna itu aku melangkah menjauhi mu, meski aku nyaman didekatmu. Siapa yang tahan terus menjadi bayang-bayang, seolah masa lalu mu bersamanya lebih membahagiakan, sedang keberadaanku yang kau ucap sebagai masa depan tak pernah kau benar-benar maknai akan lebih membahagiakan?

Aku pernah terjebak dalam sekat-sekat masa lalu, tapi aku tak pernah se-menyakitkan kamu. Aku terjebak didalamnya lama sekali, hingga kehadiranmu mengubahnya. Aku perlahan bisa meninggalkan dan keluar dari semua itu. Tapi kamu, tidak pernah berusaha lepas. Kamu ingin tetap bersamaku, sembari itu, jika ia kembali, kau lebih memilihnya dibanding aku.

Paham, aku karaktermu. Sebab itu lah aku melangkah menjauhi mu, aku tak pernah mau jadi bayang-bayang.

Semoga nanti kau dipahamkan oleh Tuhan. Bahwa terus menerus disakiti oleh orang yang dicintai itu tidak melulu mengenai pengkhianatan yang nyata, cukup dengan isi otak dan hatinya masih untuk masa lalu nya, sudah teramat menyakitkan.

Bagaimana bisa, aku terus menerus menarik tanganmu untuk berjalan maju kedepan, sedangkan kamu terus menerus menoleh pada ia yang terus menerus berjalan ke arah berlawanan? Aku ini tujuan, bukan bayang-bayang!

Kau tak perlu seolah aku yang tidak pernah menghargai perjuanganmu, kau juga tak perlu seolah memperbaiki diri. Aku tak suka kedua caramu itu. Kau perbaiki diri harusnya karna Allah, bukan karna wanita, dan juga aku tau jiwamu masih saja kau beri untuknya, kau tidak mencoba memberikannya padaku, meski perlahan. Kau tidak pernah benar-benar mencobanya, aku tau itu.

Dan sekarang, ketika aku melepaskanmu, aku longgarkan ikatan, kau dengan semangatnya kembali mengejar dia? Sempatkah kau memikirkan kemungkinan ini? ini lah alasanku sebenarnya melangkah pergi.

Kau pun kini mengejar bayang-bayang? Sekaligus menjadi pengecut yang menyakiti perempuan yang mau mendampingimu meski kamu belum berubah lebih baik dulu. Kau kini menjadi bayang-bayang yang mengecam kebahagiaannya. Sadarkah?

 

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s