Fenomena ‘Ngebajak Diri Sendiri’

lidah nyata dan lidah maya

lidah nyata dan lidah maya

Saya rasa, di era sosial media yang sudah tak bisa dielakkan lagi ini, kejahilan bisa menjadi bahaya tersendiri. Awalnya ‘Ngebajak’ temen-temen kita dengan mengganti status BlackBerry Massager nya itu bisa jadi ajang lucu-lucuan, tapi seiring dengan kreativitas dan desakan akan permasalahan hidup menjadikan Bajak, atau Hacking akun sosial media sendiri menjadi sebuah hal yang Aneh dan bisa saya bilang sebagai sebuah kecenderungan jiwa yang memprihatinkan.

Ada 2 tipe Orang yang Self-Hacking ini, ada yang mengunggah kalimat ataupun foto untuk Hiburan saja, dengan tujuan tambahan mungkin untuk menyentil seseorang yang ada di list pertemanan dunia maya nya. Ada juga yang mengunggah perasaan terdalamnya lalu berkata itu Dibajak Orang Lain, nah ini yang sangat amat kasihan.

Saya sama-sama punya contoh kasus untuk kedua nya. Yang pertama, saya punya seorang teman, dia perempuan. Sering melakukan Self-Hacking dengan melakukan mengunggah kalimat-kalimat sindiran lucu untuk pacarnya di BBM. Kadang ia juga ingin menyadarkan pacarnya dengan cara-cara lucu, dan setelah dia rasa pacarnya ‘ngeh’ ia akan mengganti status dan bilang “Sorry, Bajak”. (konyol kan?) tapi kita bisa melihat tujuan utama nya disini apa.

Contoh yang kasus kedua, Teman saya ini seorang Pria. Menurut saya, ada yang salah dengan pribadi teman saya ini, bagaimana tidak, ia teramat sering mengaku di Hack teman-teman sekitarnya. Irasional, sudah tau teman-teman jahil megitarinya, kok password tidak diganti saja? Dia ini bahkan pernah mengupload sebuah tulisan untuk mantan kekasihnya di akun Facebook miliknya, ungkapan kata-katanya dalam sekali, sepertinya dia memang tak bisa melihat mantan kekasihnya sudah bahagia bersama pria lain. Ia pernah, mengganti Display Picture BBM nya dengan foto perempuan, lalu ia mengaku lagi-lagi dibajak. Sungguh memprihatinkan bukan?. Saya tau, dia ini memang menyimpan foto-foto teman-teman perempuan yang menarik hatinya di Galeri Handphone. (kenapa saya tau? Karna kami pernah sangat amat prihatin dengan beliau ini dan kami cari tau kebenaran kejiawaannya. Hahaha)

Nah, ada 2 jenis Self-Hacking yang sebenarnya mirip, tapi beda. Permasalahannya sama: Tidak terlalu berani dan tidak berkesempatan mengungkapkan secara langsung. Menurut saya pribadi, menyindir orang lain tidak salah-salah banget, karna biasanya ada tipe orang yang Cuma disindir jadi tersadar. Tapi kalau tujuan kita terus menerus untuk satu orang, kenapa tidak kita bicarakan baik-baik saja, beranikan diri, apalagi orang tersebut dekat dengan kita.

Ayo beranikan diri ambil resiko. Ayooo.. apalagi kamu lelaki, gimana nanti ngelamar ke hadapan ayah calon istri :p

 

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s