Untuk Kamu

aku menunggu kisah romantis terjadi di hidupku.

aku menunggu kisah romantis terjadi di hidupku.

[ tulisan kali ini ku dedikasikan untuk mereka yang belum menuntaskan perasaan ]

Kamu, potongan kebahagiaan yang sempat dan mungkin akan tetap mewarnai hari-hariku. Sempat bersamamu dan menemukan makna ‘Istiqomah’, adalah sebuah kisah Jatuh Cinta yang mendewasakan. Jikalau kau masih suka memandangi gemintang malam ini, semoga gemintang menyampaikan hal itu padamu malam ini.

Ternyata, mengenal dekat memang jebakan terbaik untuk Jatuh Hati. Contohnya kita, terjebak bukan? Jadi jaga kedekatanmu dengan yang lain ya.

Aku lupa awalnya bagaimana, kita bisa semudah dan seolah dengan mudahnya pisah, atau lebih tepatnya kembali ke realita. Perbaikan Diri, itu alasanku, entah alasanmu. Kita terpisah tapi melangkah dalam irama dan arah yang sama, selaras. Ya, Selaras. Tapi hati kita, perasaan dulu masih sama kah? Dalam perjalanan Perbaikan ini, kita mungkin saja menoleh dan melangkah ke arah yang berbeda, sangat mungkin malah. Tapi demi semua cerita silam, semoga kau tak sampai hati.

Kau bisa tebak tidak, kenapa Untuk Kamu ku sampaikan hari ini? Jawabnya karna Rindu. Rindu ini susah jinak.

Aku tak perlu izinmu kan untuk mengenang konyol nya cerita kita, bagaimana sebuah cerita tentang cinta harus dirahasiakan, semua usaha, semua kisah, akan terus sembunyi. Kasus kita beragam perasaan yang ikut andil, tapi kita harus menyembunyikannya dari dunia. Sayang sekali.

Aku ingin menggambarkan fase sekarang ini dengan Filosofi Menunggu sambil Memperbaiki.

Ibaratnya, Servis Kendaraan. Ketika kendaraanmu di servis, kau bisa diam menunggu di bengkel, pergi sebentar membeli barang-barang keperluanmu, berkeliling bengkel untuk melihat perlengkapan kendaraan terbaru, atau kau bisa tinggalkan kendaraanmu untuk waktu yang lama dan kau pulang ke rumah, itu semua tergantung kondisi kendaraan yang harus diperbaiki. Tapi ingat, kau tetap harus kembali, karna kendaraanmu, kendaraan milikmu sedang diperbaiki. Jadi, kau harus kembali, karna niatmu adalah memperbaiki. Kecuali yang kau perbaiki memang sudah tidak ada kemungkinan kembali, kau silahkan cari yang lain….

Aku pun tak tau, proses panjang ini menyuguhkan perasaan apa lagi, atau proses ini bahkan mungkin menghadirkan orang lain yang lebih pantas membersamai masing-masing kita. Setidaknya, perbaikan diri kita meski tak menghantarkan kita kembali bersama, sudah menjadikan diri kita individu yang lebih baik, yang sedang dipertemukan oleh Tuhan dengan orang yang lebih serasi pula.

Sehingga kita nanti bisa saling mengenang, Perbaikan ini, dimulai dari ‘Kita’. Ternyata kisah aneh kita membawa pada perbaikan, dari yang kurang menjadi lebih, dari yang tidak tau menjadi paham. Aku tak sabar menunggu rencana indah Tuhan apalagi yang akan datang pada kita. Mungkinkah Kembali, adalah salah satu rencanaNya? Kita tunggu saja, mungkin tidak hari ini. Mari Bersabar!

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s