Mencintai Suatu Hal

10305055_575705505883572_5513230599839983948_n

Semakin kita beranjak dewasa, semakin kita memahami bahwa kecintaan itu tak hanya pasal mencintai keluarga, lawan jenis, para sahabat. Melainkan pula mencintai Tuhan, Alam, Pekerjaan, Tanggung Jawab, dan Diri kita sendiri.

Ada banyak orang diluar sana yang memilih mengagungkan cinta selain kepadaNya.

Lalu, kamu? Apa yang paling kamu cintai selama diberi kehidupan ini dari Penciptamu?

Pertama kali aku mencoba menikmati ritme kehidupan, aku membaca falsafah bahwa kebahagiaan adalah tujuan manusia hidup, ada juga yang menulis bahwa tujuan hidup adalah kedamaian, ada yang menuliskan Kejayaanlah tujuan akhir. Entah, hingga detik ini aku masih mencari. Benarkah hipotesa ku bahwa tujuan ku adalah Balancing Life ?

Kadang, kita sadar kita mencintai pada AWAL pertemuan, ada perasaan yang berbeda pada suatu hal sehingga kita terus mencoba memahami perasaan yang berbeda itu, hingga akhirnya kita semakin dekat dengan hal tersebut dan kemudian merasa nyaman. Lama-Lama bosan, lalu melalui siklus awal itu lagi dengan hal yang baru lagi.

Ada pula yang sadar merasakan cinta pada TENGAH kisah, menjalani suatu proses dengan sebuah tujuan lain, ketika nyaman, timbul perasaan tak ingin melepaskan dan ingin memiliki perasaan itu selamanya. Lalu mengatasnamakan Cinta sebagai alasan untuk mengkristalkan kisah yang baginya indah.

Yang paling pedih adalah menyadari kalau ada Cinta pada cerita yang sudah berAKHIR,  dikejar sudah tak mungkin kembali, dibiarkan berlalu luka akan semakin menganga. Yang bisa dilakukan adalah menanti memori-memori Indah itu kembali dan dalam wujud nyata. Seolah ingin ada mesin waktu untuk menyebuhkan perasaan yang rasanya tak kenal ujung.

Cinta yang diujung tanduk, bagaimana?

Mencintai suatu hal yang hampir usai, ada banyak hal yang akan membuatnya mau tidak mau selesai begitu saja. Meski segala upaya sudah dilakukan selalu menemui jalan buntu. Semua keindahan yang menghantarkan cinta seolah sudah kocar-kacir, kebencian pun perlahan menghampiri. Namun, kenangan dan rasa semua pasti bisa lebih baik dengan datangnya keajaiban biasanya menahan sebuah cerita menemui akhir. Mencintai suatu hal yang sejenis ini akan sangat menggangu, bayangan akan kenangannya bisa saja sewaktu-waktu menghampiri kita, dan kita akan mulai mempertanyakan “akhir cerita nya seharusnya bisa lebih baik atau lebih buruk?” padahal sebenarnya belum pernah ada akhir…

Tak ada hati yang sudah benar-benar siap untuk terluka ketika memulai jatuh cinta, apalagi mencintai suatu hal yang ada di dunia. Banyak cinta yang menyakitkan, namun tanpa disadari menjadi pengalaman yang berharga. Banyak cinta yang hanya menyita waktu, namun tanpa disadari menyeleksi sifat kita dan hal-hal yang mampu bertahan bersama. Banyak cinta yang penuh ilmu untuk dibagikan, namun tanpa disadari sudah terlalu banyak hal dikorbankan. Dan… Banyak cinta yang penuh kebahagiaan, mengajarkan hal-hal positif yang merubah sebagian besar hidup kita.

Kita tinggal simpulkan, kisah ini, Cinta yang bagaimana?

Kita tinggal rencanakan, kedepannya mau Cinta yang bagaimana?

Kita tinggal rasakan, perasaan Cinta sekarang ini yang bagaimana?

Mencintai suatu hal, sebuah kepastian dalam hidup. Bernafas saja, adalah sebuah kisah antara kita dengan Tuhan, hanya saja belum bisa benar-benar kita maknai.

Aku mencintaimu..

Aku mencintai semua hal dengan berbagai kisah yang menopang ku dimasa sekarang, Terima Kasih Allah telah mengijinkan aku merasakan Cinta dengan jenis-jenis yang berbeda. Semoga kecintaanku kepada Mu adalah kecintaanku yang paling pertama, Kau prioritas, selebihnya kau ikut andil, kan cintaku hanya untukMu, jika kelak akan ku bagipun aku akan minta persetujuanMu, Ya Rabbi.

 Benarkah aku sekarang sedang membagi cintaku selain padaMu? Sudah bolehkah?

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s