Surat Untuk Mantan…

Teruntuk Kamu….

Seseorang dari masa lalu, yang pernah bersamaku melalui berbagai jenis petualangan rasa

 box-girl-letters-mail-photography-Favim.com-358866

Ternyata, selama waktu yang aku lewati setelah kita berpisah, aku belum bisa memulihkan semua perasaan yang ada dihatiku termasuk untuk memulai mencintai. Aku mungkin terlalu takut untuk mencoba lagi, aku takut gagal lagi. Aku masih ingat jelas, dulu kita begitu mudah untuk tertawa lepas bersama namun beberapa menit kemudian kita juga dengan mudahnya membenci tingkah satu sama lain.

Mendengar namamu mereka sebut masih membuatku merasa ada yang salah saja… aku mungkin memang sudah bergerak maju meninggalkanmu, namun kenangan kita masih terseok-seok aku bawa. Aku menyimpan kado ulang tahunmu, yang belum sempat aku berikan, yang susah payah aku kerjakan, namun kita terlanjur pisah. Apa harus aku buang saja ya?

Aku terlanjur menyesal, aku menyesal, kenapa dulu kita tidak bisa membohongi perasaan saja, mungkin kita akan tetap menjadi sahabat yang berkumpul dalam satu lingkungan yang sama, jadi tak usah susah-susah lari. Lari dari kenyataan, jika kita punya rahasia yang harus kita tutupi dari mereka semua.

Playlist lagu-lagu favorit kita belum bisa aku hapus dari laptop, dan handphoneku. Aku jadikan sebagai mesin waktu, tinggal ku putar, lalu imajiku melayang menemuimu, dalam khayalan kenangan indah masa lalu.

Bedanya, dulu aku mengucap namamu bisa dengan mudah, dan hatiku didominasi rasa bahagia. Kini aku mengucap namamu pasti penuh keragu-raguan, jika tidak terpaksa maka tak akan aku sebut. Bagiku, kamu sudah sejenis kegagalan manis.

Maaf, aku belum bisa kembali bersama-sama, mengunjungi mereka sahabat kita, bersama berbincang mengenai rutinitas kuliah. Maaf.

Aku dulu yakinnya, mencintaimu adalah bagian indah dimana persahatan bisa membawa rasa nyaman sebagai pasangan mengarungi kehidupan, namun nyatanya tak sampai waktu lama. Aku menyadari, kita lebih serasi seperti dulu, sebagai sahabat, bukan kekasih.

Terima Kasih, sudah sempat menghabiskan beberapa fase penting hidup bersamaku, baik ketika kita sebagai sahabat ataupun kekasih. Terima Kasih.

Aku kalah ya? Aku kalah mengaku masih cinta. Bukankah dulu kamu memposisikan hubungan kita layaknya pertandingan. Masih ingat aku, itu alasan kita berpisah, kamu belum benar-benar bisa mengimbangi aku yang serius. Saat itu, aku terlihat egois sekali. Kamu terlihat tersiksa sekali.

Surat untukmu, mantan sahabat terbaikku, mantan kekasihku.

Aku memang belum bisa menyapamu seperti dulu, yang dulu aku bisa dengan mudah merusak sisiran rambutmu, menarik-narik jaket club bola favoritmu, aku belum bisa seperti dulu lagi.

Ku dengar, kamu kembali pada seseorang dari masa lalu mu, dia yang dulu sering kamu ceritakan, orang yang sama, yang sering jadi bahan kita ribut-ribut kecil. Ada juga yang berkabar, jika kamu dengan adik tingkat mu sekarang. Sedang aku masih sendiri, aku belum cukup siap untuk membalas pesan “Halo juga” atau “lagi makan..” pada nomor handphone yang mengirimiku pesan-pesan itu. Bukan, bukan karna aku terlalu terobsesi akan masa lalu, kamu.. bukan..

Aku hanya mencoba menata lagi ruang kosong dihatiku yang kamu tinggal pergi. Aku mencoba menghapus kenangan kita yang melingkarinya. Aku sedang mencoba mencari seseorang yang bisa nyaman menetap disana, dihatiku,bukan seseorang yang bisa menetap hanya untuk waktu yang lama, namun seseorang yang bisa menetap disana untuk selamanya.

Aku rindu padamu? Iya, aku rindu

Namun, rindu sebatas rindu. Semoga kita bisa bercengkrama selayaknya kita dulu, kembali seperti dulu sebagai sahabat. Ya, aku rindu itu.

Hanya kamu satu, aku bisa merasakan beberapa jenis perasaan. Nyaman, Bahagia, Jengkel, Rindu, Sakit Hati, dan masih banyak lagi. Terima Kasih, kamu pembelajaran hidup yang bermakna.

Selamat Berbahagia ya…

Surat untuk mantan.

diikutkan dalam lomba nya mas Bernard Batubara #SuratUntukRuth

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s