Persaingan

tumblr_mguc8l755s1s2tglco1_500Assalamualaikum.

Pasti pernah denger kata saingan bukan? Atau kita pernah bersaing dalam hidup ini. Kata orang, yang kuat yang bertahan. Kata itu turun temurun diwariskan untuk menguatkan rasa optimis kita untuk kerja keras terserah kompetitor yang lain mau jadi apa. Kenapa kita tidak merubah kalimat menakjubkan itu menjadi jauh lebih ampuh “ Yang kuat, Yang ikut aturan, Yang tau cara saingan sehat, Yang menggunakan Akal dan ototnya secara baik lah yang bertahan”.

Tidak semua hal yang ada dihidup kita diperoleh dari hasil bersaing. Semua sudah Allah takdirkan, sudah Allah catatkan untuk tiap-tiap hambanya. Kamu bernapas, haruskah saingan dengan orang disebelahmu untuk dapat oksige itu? Sudah jatahnya kamu dapat menghirup oksigen itu. Jangan samakan dengan bersaingnya jutaan sperma untuk membuahi sel telur yang kita jadikan patokan bahwa hidup berawal dari persaingan, lalu dihidup ini semuanya adalah persaingan, sikut menyikut. Proses itu hanya proses berikutnya dari takdir-takdir yang sudah Allah buat sebelum Kita diciptakanNya.

Ada buah dari persaingan yang manis dan pahit dalam hidup ini. Bersyukurlah sudah menjadi kompetitor dalam kompetisi, bukan hanya menonton. Saya mau share beberapa cerita saya, salah satunya ketika saya memulai menjadi Mahasiswi. Saya dan teman-teman madrasah saya baru dibagikan kertas kelulusan sore hari, kami dipimpin wakil kepala sekolah lalu sujud syukur bersama di mushola sekolah. Lalu, setelah kejadian haru itu semua teman saya menangis, hanya saya dibarisan itu tidak menangis, entahlah kenapa, mungkin saya merasa Ujian ini bukan ujian yang patut saya tangisi haru. Saya terpisah dengan teman-teman kelas saya yang terkenal akan persaingannya meski kami sangat amat dekat.

Saya duduk disebelah sahabat-sahabat saya yang berbeda kelas, lalu ketika pulang dari mushola seorang rekan saya dikelas menghampiri saya untuk mengucapkan selamat kelulusan satu sama lain. Namanya, Annisah. Saya ingat betul teteh saya itu, terlalu baik untuk menjadi kompetitor dipersaingan tidak sehat. Dia bertanya kepada saya, kenapa saya tidak mendaftar dikampus saya sekarang di kelas kerjasama dengan sebuah BUMN terkemuka. Saya jawab saja bahwa saja tidak tau, lalu saya bertanya memangnya teteh sudah mendaftar? Dia jawab belum, karna dia tidak tertarik dengan teknik. Dia bilang kalau hampir semua teman saya dikelas sudah mendaftar kemarin, bersama-sama.

Saya diam, suasana haru saya terlambat datang. Difikiran saya Cuma satu, bagaimana bisa keluarga saya disekolah ini bahkan menusuk saya dari belakang juga. Saya marah saat itu, pantas saja tak ada ucapan sama sekali dari yang lain, semuanya menjauh hari itu, lalu saya berfikir irasional. Saya mengajak Mega, sahabat saya untuk mendaftar dihari terakhir pendaftarannya. Kami berdua keloket kampus saya, lalu penjaga loketnya bertanya kepada saya, kenapa saya daftar kan saya kemarin juga sudah bertanya hasil PMDK saya. Saya tetap ingin test.

Hari dimana ujian berlangsung, saya dan mega pergi berdua, mendapati teman-teman saya ada disana. Saya hanya bisa fokus pada ujian. Dari sekitar 10 teman yang mendaftar, hanya saya, mega dan gustian yang dinyatakan lulus. Allah Maha Adil.

Lalu lebih dari sepuluh menit yang lalu sebelum saya mengetik tulisan ini, saya mendapati bahwa PJJA saya juga begitu, masalah seminar K3, tiket masuk dunia kerja bagi para teknik. Beberapa dari mereka mendaftar, tanpa saling koordinasi dikelas. Sedang saya mereka suruh-suruh ke kampus melihat pengumuman, how dare you guys?

But, nevermind… saya yakin saya dibicarakan dibelakang, karna saya ada didepan mereka. Sayang diruntuhkan oleh orang-orang yang bersekongkol berkali-kali namun tidak tumbang, artinya Allah menepati janjiNya. Saya Allah kuatkan, Allah tidak pernah tertukar memberi rezeki, saya anggap ini ladang pahala jika saya dianggap kompetitor. Ovinda, salah satu sahabat saya pernah bilang kalau saya hampir bisa semua bidang, jadi saya tau alasan lain kenapa saya mereka anggap kompetitor hebat saingannya sehingga dengan hebatnya pula mereka menyingkirkan saya beramai-ramai.

Tapi bukankah niat jahat belum dihitung, niat baik saja yang sudah dihitung. Saya usahakan hati saya untuk menerima satu hal lagi, mereka adalah orang-orang baik, meski fakta-fakta ini menutupi. Pada dasarnya mereka semua baik.

Persaingan, ada aturan yang dijalankan, tertulis maupun tak tertulis. Tapi dalam persaingan ada pemenang, pecundang, bahkan penonton. Kita mau diposisi mana? Tergantung pribadi masing-masing. Sekali memilih posisi dalam hidup, jadikan itu habits jika baik, namun jika buruk, beralihlah ke arah kebaikan. Yang namanya bersaing, ada yang tak bisa dihindari, ada juga yang memang tak perlu didramatisir sehingga menyebut itu persaingan.

Hidup lebih indah jika banyak kawan, bukan lawan. Meski pro-kontra tidak bisa kita hindari kita tetap saja butuh keyakinan bahwa semuanya baik, dan menyiapkan mental kita untuk tidak mempercayai selain Allah 100%, karna selain Allah dan Rosul bisa saja mengecewakan. Apalagi ibumu, sahabatmu, kawanmu?

Bersainglah dalam kebaikan.

Wasalamualaikum.

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s