.. Fase Berikutnya

Tulisan ini adalah tulisan ku pertama kalinya setelah laptop kesanyanganku hilang. Ku ketik ini didepan computer sepupuku, sulit menulis dengan adaptasi terhadap keyboard lagi. Tapi, ini langkah kebangkitanku. Haha… awalnya sudah ikhlas aku kehilangan itu sebab aku juga sudah berfirasat sebelum aku kehilangan soulmate ku itu. Aku juga sudah mendapatkan banyak hal seminggu sebelum itu hilang. Aku dapat keluarga baru, kawan-kawan ku di Lunjuk Jaya, satu minggu lebih aku jadi anak kost karna Pemilu Kampus. Bertemu dengan kakak – kakak baru yang dulunya asing malah jadi tempat kami curhat.

 

Aku akan bercerita tentang hal yang membuatku bertemu dengan diriku sendiri. Sebelum ku tuliskan hasil diskusiku itu akan kuceritakan dulu hal yang membuatku mendapatkan itu. Akan ku urutkan permasalahan saat itu:

  1. Hidupku yang sistematis, dibuat acak adul oleh Pemilu Raya kampus, aku Bendaharanya aku harus ikutan begadang menyusun surat suara, print, memotong, rekap absent. Kurang lebih 6 hari aku hidup tak sistematis.
  2. Tanpa ada space hari lenggang untuk istirahat setelah pemilu, aku, ovin, misa masih ada misi yaitu AMPERA (Aliansi Mahasiswa Peduli Energi Untuk Rakyat) kami harus mempersiapkan seminar nasional nya, kami dari seluruh kampus di Palembang, harus menyatukan visi dengan perbedaan yang saat amat jauh.
  3. Aku yang ternyata dinilai A berubah jadi B ketika berkumpul di kost rekan-rekan seperjuangan. ‘image’ hilang sudah
  4. Misa dan Ovin, dua anak kost yang sering kujadikan tempat menginap kemalingan lagi untuk kedua kalinya.
  5. Aku dijadikan objek mata-mata salah satu kelompok besar dikampus, sampai-sampai laptopku saja mereka ambil hehe
  6. Aku ketinggalan beberapa mata kuliah favoritku untuk range satu minggu

Sisi positif dan hikmahnya :

  1. aku dapat keluarga baru di Lunjuk Jaya. (Entah mereka menggangapku sahabat atau bukan😀 )
  2. Aku dapat sahabat seperjuangan, sang pemimpi Ovin, sang wanita santai Misa
  3. Aku jadi tau siapa yang bias dipercaya dikelas ku setelah satu minggu ku tinggalkan. Aku bias liat dari apa yang mereka lakukan setelah aku kembali kuliah
  4. Aku lihat betapa Orang Tua ku baiknya sungguh terlalu, mereka malah memikirkan misa yang juga kehilangan tas berbarengan dengan laptopku yang hilang dicuri
  5. Aku punya orang-orang yang support, dapat bahan obrolan kelas berat dari kawan di AMPERA
  6. Belajar manage emosi
  7. Bangga bias belain teman-teman di KPU yang dicerca di Twitter, dan aku dapat support dari beberapa orang.
  8. Cukup dikenal pasca pemilu, terserah karma apa yang penting mereka tau saya.
  9. Di follow Fiersa Besari…. Idolaku
  10. Di undang ke nikahan Andromeda mercury, meski lewat mention. Penyiar TVOne favoritku
  11. Dapat orang- orang baru yang kasih warna dihidupku
  12. Bisa ikut gabung di les bahasa jepang. Meski alhasil dari senin sampai sabtu aku harus pergi jam 6 pagi dan pulang jam 7malam
  13. Bisa mencoba dari 0 lagi
  14. Aku tidak sakit-sakitan selama menjalani bulan April yang berat itu.
  15. aku jadi Sekretaris Musyawarah Besar LDK (according to my promise, mau lebih aktif di LDK)
  16. aku jadi Bendahara Pemilu Raya KM-POLSRI
  17. aku dicalonkan jadi Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa duel sama Bayu Fajri
  18. aku menang lomba cerpen di LDK

 

Senin kemarin, aku menginap lagi ke kost Misa dan Ovin ada beberapa urusan yang tak sempat terealisasi tapi membuat saya bias kontribusi buat hal yang lebih keren. Saya bisa jadi juri sekaligus moderator buat sparing nya team Debate Ekonomi POLSRI yang berhasil juara 3 Nasional, selamat misa, retno, kak novan, kak juan, syble, dan evan. Kalian hebat!!

 

Senin itu aku pulang les dari LIA jam 6malam. Di Lunjuk hujan deras, jadi dari arah tempat kursus aku naik Trans Musi, suasana nya lengang, hujan deras diluar bus. Moment pas bukan buat galau? Haha bukan bukan.. aku manfaatkan itu untuk mikir banyak hal.

 

Sebelumnya aku pernah berbicara dengan diriku sendiri ketika memandang bintang di aula pasca sarjana universitas sriwijaya, ketika persiapan acara Ampera dan hasilnya aku sadar selama ini aku salah, aku memang visioner, aku persiapkan kemampuanku dibanyak bidang, aku persiapkan diriku untuk jadi istri, aku persiapkan diriku untuk menjadi kebanggan keluarga tapi list suksesku bukan list sukses seorang wanita.

 

Selama ini aku memikirkan sukses itu pimpin perusahaan, keliling kota-kota di tepian baltik seperti kota-kota di Persia. Tapi waktu untuk jadi istri dan ibu yang baik belum aku persiapkan dalam list, aku kurang dewasa untuk ini.

 

Dan ketika aku pada senin malam itu berdialog, aku pejamkan mataku setelah nyaman memandang lampu kota dan kerlap kerlip lampu kendaraan. Aku bilang pada diriku, kalau aku siap dinilai orang lain baik atau buruk. Toh, hidup ini ada pro-kontra kita ga bisa maksa orang lain buat suka kita, Rosul pun begitu. Lalu, aku yakinkan hatiku masalah jodoh, masalah itu aku tipe yang tunggu kepastian, yang berjanji dan tarik ulur itu plin plan, aku bukan wanita bodoh yang mau diajak ombang ambing. Dan, masalah les bahasa jepang mungkin itu takdir Allah aku hanya bisa berusaha bukan? Aku sudah memenuhi nilai-nilai kemampuan berbahasa inggris demi impian S2 ku di Curtin University. Tapi Allah yang lebih tau, bukannya aku.

 

Terserah orang mau mengiming-imingi aku dengan berhenti jadi wanita yang kritis, hidupmu akan berbahaya, ga bakal bahagia. Tapi bagiku, itulah sifat pria yang akan ku pertahankan, Rasionalitas ku yang melebihi komando hati membuatku tak pernah mau ditindas kemunafikan. Entah kenapa, aku benci bahkan diriku sendiri jika aku munafik, apalagi orang lain.

 

Untuk orang – orang yang percaya tentang kemampuanku terima kasih ya.. maaf belum bias jadi ‘ukhti’ seperti yang kalian harapkan.

 

Untuk sahabat-sahabatku Ovin dan Misa, maaf merepotkan kalian selama di Lunjuk Jaya. Terima Kasih untuk semua sahabat-sahabat ku Kak Hendro, terima kasih masakan – masakan enaknya yang mengisi perut kami semua. Untuk Kak Septa, selamat sudah jadi Presiden Mahasiswa POLSRI,  terima kasih untuk pertanyaan – pertanyaan pembelajarannya yang sering ku sebut tamparan hehe. Untuk Kak Luqman, terima kasih buat kami malu sendiri kalo heboh kakak kan diem terus selama cetak surat suara. Kak Fazri terima kasih pemperkenalkan ku dengan AMPERA terima kasih untuk waktu sharingnya aku merasa didengarkan loh selama di MPM dan terima kasih juga sudah mau berbagi rahasia pemikirannya.  Untuk Wahab, teman yang maniak Band Wali terima kasih lagu – lagu nya. Buat Harda Utama, ketua KPU hei aku sudah bantuin kamu wujudin mimpimu jadi Ketua KPU yang buat aku disinisin anak LDK haha tapi aku percaya kamu mampu da kamu itu bisa mencairkan suasana. Buat Bayu Fajri, wah Ketum baru nih ya.. hm ga bisa bilang banyak saya kagum kesabaranmu bay, mungkin kalo aku semedi bertahun-tahun ga bakal deh sesabar kamu. Untuk Dicky, organisator yang bikin seluruh anggota majelis sebel, kamu harus berubah ky haha. Buat Yuni Amrina, sahabatku ini rempong minta ampun pernah aku dibangunkan tidur buat dengerin telfon dia yang lagi galau. Buat Tina Puteri, rekan ku yang paling rapih alias power ranger MPM yang langgeng ya sama Adi. Buat Arif Rahman, my partner dalam menyebar gossip kami jadian, meyebar gossip kami mantan (kami gila ya? Haha) terima kasih udah mau mengibur dengan ‘Arov’ nya oh ya terima kasih traktiran baksonya dan terima kasih nunggu kamu potong rambut buat aku kenal adik kecil yang pintar berhitung disalon itu. Terima Kasih untuk Mazna Juwita temanku yang sabar, yang mau kerja keras. Untuk assad mubarok, semoga dapat ya yang kamu incar. Untuk Kak Yanuardi Apriza, semoga cepet nikah sama Ceg nur *eh. Dan banyak orang yang ga bisa ku sebutin satu per satu. Terima kasih banyak sekarang 18 tahun mona ini mona beneran akan memanfaatkan semua hikmah yang kalian sampaikan langsung maupun tak langsung.

 

Untuk ukhti – ukhti di LDK mbak jati, fifi, fatma, apri, nayah, ami, allysa, mbak rani, puji, dll kalian harus jadi muslimah yang tau batas. Kita akan berkerja keras kedepannya nih, saling Bantu ya…

 

Memang sesorang itu bisa dinilai dewasa hanya oleh orang lain. Tapi untuk mengapresiasi diriku sendiri, aku akan bilang kalau aku dewasa sekarang. Jarang ada cewe yang Allah kasih amanah sebesar ku, yang rela dihina kelompok cowo serem dikampus karma aku belain KPU, yang rela disinisin senior karma terlalu belain temen-temen, yang rela tidur cuma beberapa jam untuk tanggung jawab orang lain, yang mau bantuin temen yang baru dikenal meski ga tau deh itu orang welcome atau ga sama bantuan ku. Yang rela forsir dirinya sendiri demi orang lain, Maaf juga buat orang yang tersakiti, entah langsung olehku atau oleh persepsi kalian sendiri tentangku. Sadarilah Hukum aksi = reaksi. Terima Kasih followers twitter ku yang hampir seribu orang itu kalian hebat tahan sama tweet – tweet ku yang kadang bijak, kadang labil.

 

Aku tutup tulisanku kali ini dengan sebuah filosofi yang aku pelajari seperti mekanika rekayasa mata kuliahku, bahwa hidup itu tentang PERENCANAAN, PELAKSANAAN dan ANALIS.

 

 

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s