APA PASSION SAYA?

tumblr_nd13sen0ep1szh5rxo1_1280

Untuk kesempatan kali ini, saya akan menceritakan bagaimana saya masih bingung dimana sebenarnya letak passion saya.  Menulis, adalah salah satu bagian dalam hidup saya yang susah untuk dipungkiri mengubah hidup saya. Mulai, dari ketika saya SD, ibu dan ayah sudah sering berangkat keluar kota untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum mereka selesaikan sana. Mereka kalau habis pulang dari Jakarta, selalu membawakan saya buku. Mulai dari buku bacaan yang berbau politik, cerpen, agama dan banyak lagi. Tepat ketika ibu membelikan saya sebuah buku harian yang diberi kunci berwarna kuning, wallpaper depannya berupa ice cream. Saya mulai menuliskan perasaan yang biasanya saya simpan sendiri.

Lalu ibu mengetahui saya suka dunia tulis dan baca. Pulang dari berangkat ke Jakarta berikutnya, ibu membelikan saya buku notes lucu bersampul biru, dengan kartun bintang dan seorang anak yang menduduki bintang itu. Bisa tebak apa yang saya tulis dibuku itu? Saya menuliskan program kerja yang akan saya lakukan jika menjadi Presiden nanti, saya memang terlanjur suka mengkoleksi notes lucu dengan beragam bentuk dan tipe. Rehat mengkoleksi semenjak menjadi mahasiswa karna banyak waktu yang tersita. Beberapa minggu lalu, saya kembali membuka tas besar berisi semua koleksi saya, dan saya membuka lagi buku bersampul biru tersebut, dan saya tersenyum geli. Dari berpuluh-puluh pemikiran saya sejak kelas 1 SMP sekarang sudah menjadi kenyataan dan direalisasikan oleh pemerintah, meski itu bukan datang dari saya, namun pikiran kami sama. Sudah lebih dari 7 tahun lalu, dan pemikiran lama saya itu ternyata terfikir pula oleh pejabat pemerintah.

Wah ternyata, usia saya tidak membatasi impian saya yang ternyata terfikir oleh orang yang lebih tua dan berpengalaman. Salah satunya adalah Bus Trans, yang sekarang ada di kota-kota di Indonesia, kotak sampah yang membedakan organic dan anorganik. Dan masih banyak lagi, saya suka menulis hal-hal yang mungkin sedikit aneh, tapi seiring berjalannya waktu semua akan tahu bahwa itu mungkin terjadi. Imajinasi lah yang menjadi awal sebuah inovasi.

Ketika saya SD, saya pinjam buku bacaan seorang kerabat dan saya sangat ingat sampai sekarang salah satu artikel didalamnya. Bahwa ternyata, dulu saya lupa namanya, ada seoarng yang bercita-cita ingin membuat roket dan pergi ke luar angkasa. Peneliti itu menyatakan impiannya itu kepada rekan-rekannya yang lain. Lalu yang terjadi adalah, ia ditertawakan, dihina, bahkan dikira sudah gila. Lalu dia meninggalkan impiannya dan menyerah begitu saja.

Ternyata bertahun-tahun setelah itu ada seorang peneliti muda yang tertarik dengan pemikirannya dan mewujudkan pemikiran orang itu dalam bentuk nyata. Dan sekarang kita bisa melihat pemikiran orang tersebut dan manfaatnya?

Ada dua tokoh yang saya pelajari dari artikel tersebut, sang pemikir yang mudah menyerah karna pendapat orang lain, lalu seorang yang mudah tertarik dengan hal baru, yang berani berkerja dan merealisasikan pemikiran meski bukan pemikirannya sendiri dan membuat perubahaan di dunia.

Sejak SMP belajar bahasa Indonesia, tentang puisi, cerpen, drama. Saya merasa sangat tertarik. Ketika menjelang petang, saya selalu berharap ada taksi dari bandara datang dan menurunkan ayah ibu. Saya ingin mereka pulang. Saya selalu menunggu mereka di teras rumah. Pernah sekali saya mendapati kejadian itu, namun hanya satu kali itu saja.  Lalu saya memutuskan, menulis puisi. Temanya masih standar, Ayah, Ibu, Sahabat, dan Tuhan. Ketika saya beres-beres kamar dan merapikan koleksi buku saya, saya menemukan kumpulan puisi saya. Memang sederhana namun menyentuh nurani saya, saya rindu masa-masa dulu. Saya yang polos dan selalu menjadikan menulis sebagai teman setia saya.

Ketika bermasalah dengan teman-teman di SMP, karna saya kagok masuk ke SMP yang elite dan bertemu orang-orang dari kalangan anak-anak orang kaya. Saya hanya bisa akrab dengan beberapa yang berasal dari kalangan yang sama, menengah kebawah.Namun, ketika teman sebangku saya ketahuan mencontek oleh guru SMP, lalu dia memusuhi saya alasannya saya yang terlalu terlihat aneh sehingga guru pengawas melihat kea rah meja kami. Hal konyol menurut saya, lalu ada lagi Aprina saya lupa kenapa saya bermasalah dengan dia, tapi itu membuat saya dimusuhi satu sekolah.

Menulis, memang tidak terlalu menunjukan prestasi ketika SMP, hanya sekedar diminta membuat naskah teater untuk pementasan kelompok dikelas. Tapi apa yang membuat saya bangga? Karna dari 2 kelompok lain, naskah yang saya buat original, bener-bener pure buatan saya. Memang penampilan kami tidak terlalu bagus, aneh malah. Ada salah satu kelompok yang sangat bagus, ceritanya teratur, dan beberapa bulan kemudian ketika kami dapat buku paket baru, ternyata naskah mereka menjiplak dari naskah di buku paket kakak tingkat. Yang satunya lagi, ceritanya tentang kalangan kelas atas yang sedang belanja dan menghibur teman nya yang putus cinta. Sedang saya, menulis cerita tentang bagaimana pertemanan itu seharusnya.

Ketika SMA, saya mulai memberanikan diri ikut ekstrakulikuler sastra, ternyata ekskul itu baru berdiri, dan sempat vakum satu tahun sebelum saya masuk. Saya kenal dekat dengan pengasuh nya Pak Ari, guru sejarah di SMA. Dia juga menjabat pengawas perpustakaan sekolah. Berhubung sedikit sekali minat baca disekolah saya dulu lalu dimanfaatkan sebagai tempat main catur oleh guru dan siswa lelaki. Kebetulan saya bisa main catur, beberapa bulan lalu ketika liburan sekolah saya sempat bertanding catur dengan sepupu saya sendiri.

Beberapa hari diawal, saya hanya berdiri dibelakang para guru yang bermain catur dan mencoba menerka langkah yang akan mereka ambil. Lalu, beralih kea rah kakak tingkat dan berani mengeluarkan pendapat beberapa kali, Pak Ari melihat potensi saya. Sebagai anak baru, saya dipanggil khusus untuk bermain catur dengannya, Meski akhirnya kalah, pola saya berantakan (namun itu yang jadi cirri khas saya). Saya menekan waktu lebih lama, waktu istirahat pun kurang untuk pertandingan bersama pak Ari waktu itu. Akhirnya saya ikut club catur yang tidak resmi itu. Mencoba bertanding bersama para laki-laki lain, guru pun saya jadikan sparing patner, waktu itu dengan seong guru yang selalu menang melawan guru lain, meski sudah tinggal raja, dia bisa minimal seri.

Saya bertanding melawan seorang teman, dan dia melihat pertandingan itu dan dia bilang kalau permainan saya bagus, pasti menang dan kalimat terakhirnya “wah pinter anak ini, cerdas, sudah pasti menang” keluar dari mulut Pak Fauzan, master catur sekolah kami. Lomba pada semester satu, saya ikut daftar dan ternyata waktunya terlalu mepet dengan lomba yang lain. Konsentrasi saya buyar, dan saya kalah dibabak awal. Rasanya gagal, mengecewakan para guru yang menjadi teman saya club catur. Semester dua saya bangkit, entah kenapa saya ditakuti oleh mereka. Wah, rasanya seperti cerita di sinetron. Dari semenjak itu, hingga kelulusan, Alhamdullilah saya selalu juara 1 Catur Putri di sekolah. Hingga pada perlombaan terakhir, seperti biasa ritual sekolah pengumuman pemenang berbarengan dengan pembagian juara umum, dan saya dipanggil untuk ke 4 kali nya kepodium sebagai pemenang dan kategorinya kali ini catur putrid. Ibu sulis yang sedang menjadi MC bilang “ini dia juara catur putrid, yang tidak terkalahkan.. mona khoirunnisah” rasanya bangga, bangga sekali.

Lalu, lomba madding sudah teramat sering keliling untuk lomba Mading, Puisi, musikalisasi Puisi, Paskibra, Pramuka, cerdas cermat, Jahit, Potograpi, Gerak Jalan, Siswa Berprestasi, Seminar keberbagai tempat, dll. Bangga sekali keluar dari SMA dengan sederet history to remember yang baik kepada sekolah saya itu.

Pernah waktu semester 2 kelas 2 MA, saya sampai tidak sanggup membawa beberapa hadiah, beberapa piala karna alhamdullilah saya menang di Lomba Debat Bahasa Inggris, lomba MC berbahasa Prancis Inggris Indonesia, lomba catur (kebanggaan saya) , Juara Umum, lomba madding, lomba basket, lomba kebersamaan kebersihan kelas. Sahabat-sahabat saya Ratih, Lina, Mada mendatangi saya lalu berkata lah si Ratih “bagi-bagi mona, sini aku bawain” haha rasanya lucu, tapi bangga. Enak rasanya, melewati koridor  dengan banyaknya apresiasi begitu.

Beberapa waktu lalu, saya pulang kuliah dengan menaiki bus Trans Musi dan baru sampai di daerah rumah saya pukul 7 malam, saya berjalan sendiri diselasar jalan raya yang relative lengang. Saya melihat cahaya lampu yang terlihat seperti yang ada di impian saya. Saya merasa sudah berada di Perth, Australia berkuliah dan tinggal disana. Saya sangat ingin kesana, entah nanti bagaimana Takdir menggiring saya, yang pasti saya terus berusaha. Di sepanjang perjalanan tersebut saya mendapati ada yang kosong dihati saya.

Saya mulai bertanya.. apa yang sebenarnya saya lakukan ini? Mengapa semakin menjauhkan saya dari impian-impian saya? Mengapa banyak hal baru yang menggangu fokus saya? Kenapa banyak hal yang diapresiasi dari beberapa keahlian saya yang membuat saya bingung letak passion saya dimana? Dan sayapun mendapat jawabannya, diri saya berkata..

My Passion is What I wanna do, What i need to do, and What I have to do….

Karna ga semua tentang hal yang membuat kita dari awal mengerjakannya merasa senang. Banyak orang sukses yang mencari jurusan kuliah hanya karna sedikit saingan atau uang kuliahnya murah. Mereka melihat apa yang perlu dia lakukan.

Atau juga orang yang harus melakukan sesuatu, dan ketika hasilnya baik maka dia akan meneruskan hal itu hingga dia merasakan kenyamanan mengerjakan itu.

Jadi semua yang saya lakukan ini ada passion saya, karna saya bertahan disitu dengan hati dan logika yang berjalan beriringan. Tidak perlu rehat dalam aktivitas seolah mencari letak passion atau jati diri, itu hanya membuang waktu mu, berfikirlah dengan logikamu pula ketika hatimu malah memberikan banyak kemungkinan yang tidak pasti.

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s