Jangan langsung menyimpulkan!!

Assalamualaikum….

tulisan kali ini hanya luapan perasaan, cara berkomunikasi dengan diri sendiri, biar energi negatif berubah jadi energi positif jadi jangan terlalu dibawa tegang. ok??soo-hyun-wallpaper_422_8496

start dengan sebuah penjelasan tentang, NIAT.. memang hal satu itu susah melihatnya mana yang benar-benar baik dan hanya menutupi. tapi ada beberapa hal nantinya yang akan menjelaskan itu semua, termasuk siapa yang berniat baik dan siapa yang berniat buruk. bukan bagian dari memelas apresiasi tapi hanya bagian dari luapan hati.. (perlu ditegaskan)

Memang saya bukan ‘wanita’ sejati yang dikategorikan, saya jauh dari kata itu sekarang, belum bisa dan sepertinya juga banyak yang meragukan. tapi pernahkah kalian merasa pantas mendapatkannya? jika iya, maka berhati hatilah. Jika pernah bangga disebut begitu, maka jagalah niat.

pernah saya bertanya kepada seorang ustadz yang lagi tenar, ustadz Felix Siauw. Saya bertanya seperti ini “bagaimana cara kita menghadapi lingkungan yang selalu negative thinking sama kita?” dia Cuma jawab dengan kalimat singkat tapi begitu menyadarkan saya “ingat niat hanya karna Allah semata”. Sempet terdiam beberapa saat, sadar kalau memang kalau mendengarkan semua yang berbicara, semua ga bakalan jelas, yang ada hanya bingung dan kehilangan arah.

Dari semenjak mendapatkan jawaban itu, saya jadi agak lebih ‘masa bodoh’ orang mau bilang apa, niat saya baik. Dan saya sadar, niat baik pun terkadang dibalas dengan hal buruk dari orang lain. Maka nya, ketika ada salah seorang sahabat yang akhir-akhir ini, saya dan beberapa yang lain sering berdiskusi mengeluh tentang komentar orang lain terhadapnya. Awalnya saya hanya inginnya mendengarkan saja, mendengar, mencerna, lalu member solusi yang saya mampu.

Namun masalah yang ia hadapi memiliki sangkut paut dengan saya, meski orang yang member komentar tidak memberikan keterangan yang pasti namun probabilitas itu yang dimaksud saya adalah 99,99%. Awalnya lagi tidak berniat sama sekali untuk memasukkan nya kedalam hati, hanya cukup tau. Penilaian orang lain yang saya anggap adalah panutan terhadap saya begitu.. mengecewakan nya adalah ketika sampai difase dimana sahabat saya dikomentari berubah kea rah yang buruk, dan dipengaruhi orang lain. Kronologisnya ribet, tapi jika ada kesempatan sharing nanti saya ceritakan.

Karna penampilan saya kah? Atau apa?

Saya akui dari awal inilah saya, hanya gadis yang terlahir Islam, selalu mencoba mencintai Allah dan Rosul semurni apapun yang saya bisa, memiliki mimpi-mimpi yang sudah menunggu untuk diwujudkan, selalu mencoba membuat ‘network’ yang baik dengan banyak orang, memantaskan diri, dan lain sebagainya.

Nampaknya yang jadi masalah adalah ‘network’ yang mau saya bagun ini ternyata melibatkan orang-orang yang ‘sepertinya’ lebih diatas saya. Sehingga susah menyatukan fikiran. Saya salah, dia benar. Meski, tidak secara gambling menjelaskannya. Tapi yang namanya perasaan, dan logika menjadi sama ketika itu sudah terlihat melalui indra yang kita miliki.

Sedikit complicated memang, tapi dasarnya adalah ada orang (mungkin saya juga) yang belum bisa melihat sesuatu dengan objektivitas, hanya menerka-nerka lalu mengeluarkan fatwa melebihi ulama, yang membuat orang lain tidak nyaman, menjauh, dan membuat sebuah hubungan menjadi terasa janggal.

Bukankah sebaik apapun kita masih ada yang lebih lagi? Sungguh saya hanya ingin meluapkan perasaan, mungkin aneh. Tapi jika tidak berkenan, saya mohon maaf.

Rasanya sedikit menyayat hati ketika semua belum mengetahui sesuatu yang bisa menyadarkan mereka, sedangkan kita sudah. Niat, memberitahu akan menjadi niat buruk jika yang diberitahu selalu negative thinking. Lalu ketika memutuskan agar waktu yang menjawabnya, rasa sakit hati lebih parah lagi. Sering sekali berkata didalam hati “ Ya Rabb, kapan mereka mengetahui, apa yang aku ketahui?” membiarkan semuanya biasa saja sungguh menyiksa saya.

Akankah semua benar-benar berjalan dengan waktu, jalan, dan cara yang tepat? Tolonglah saudara- saudariku lihat sesuatu itu dari niatnya, bukan apa yang ia coba untuk mencitrakan diri. Lihat dengan jelih apa itu potensi, apa itu mencoba seolah memiliki, Lihat dengan jerlih mana yang sejujurnya dari hati, apa itu menutupi sesuatu. Lihat dengan jerlih apa itu ‘attitude’ , apa itu acting, lihat dengan jelih segala hal sebelum menyimpulkan, bertanyalah dengan cara yang baik lalu berkesimpulan, cobalah luruskan, lalu biarkan, dan satu hal lagi..

Yang saya rasakan adalah apresiasi yang sering kali salah orang, terkadang banyak teman saya yang sangat berpotensi, memiliki totalitas dan loyalitas hanya karna dibelakang layar, dan berpenampilan yang tidak sesuai ekspektasi maka dia dilupakan. Kecewa lah mereka, dan ketika mereka menjauh, jangan salahkan mereka! Mereka akan mencari jalan untuk memertontonkan apa yang dilupakan, apa yang orang lain tidak anggap baik jika diposisi yang baik akan menjadi luar biasa.

Sesungguhnya yang berhak menghakimi bukan lah kita, tapi Allah swt.

Wassalamualaikum..

Mona Khoirunnisah

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s