Organisator Kampus

kemarin tepatnya, saya mengikuti rapat bersama para utusan dari berbagai organisasi mahasiswa dikampus, lumayan rame yang dateng kebetulan agendanya mengenai anggaran. Rapatnya diadakan dalam suasana lengang kampus sehabis ujian akhir semester dan sedang menunggu hasilnya. banyak rekan – rekan organisasi yang memilih pulang kampung karna banyak pertimbangan khusus dan lain hal. seperti yang saya duga, pemikiraan yang akan muncul pasti lah ‘ saya harus menunjukan bahwa saya pintar bicara’  atau ‘saya harus membiarkan orang lain mengetahui tentang kemampuan saya berorganisasi’ semuanya sudah ada difikiran saya, hingga ketika waktunya untuk mengkaji bersama mengenai beberapa hal.

terlihatlah semua yang saya bayangkan itu ternyata menjadi kenyataan, beberapa rekan organisator mulai mengacungkan tangan ingin izin untuk berbicara, dengan intonasi menghakimi, dengan intonasi ‘saya hebat’, dengan cara berdiri dan menjelaskan yang sangat membuat saya risih, dsb

ketika kami mengambil keputusan, mereka marah, mereka mulai menyindir lagi dengan berbicara mengenai perubahan yang menurut mereka seharusnya tidak usah mengundang mereka lah dsb. rasanya ingin saya ikut menjawab selaku bagian dari pihak yang disudutkan, dan kebetulan ormawa pimpinan rapat. namun saya menyadarkan diri saya bahwa, saya mungkin mereka anggap masih kecil ilmu organisasinya karna ketika saya mengacungkan tangan tidak digubris sama sekali oleh pimpinan rapat yang jaraknya didepan saya tidak terlalu jauh.

saya postive thinking, mungkin beliau takut saya salah berbicara dan memperkeruh keadaan sangat bukan lagi agak memanas, tapi sudah tidak kondusif. dari diam saya dibagian depan dan menoleh kesetiap rekan organisator yang memberikan suaranya, saya pandangi mereka, mata mereka, gerakan tangan mereka, saya pejamkan mata dan mendengarkan intonasinya lebih akurat lagi. saya tahu, mereka ingin kami menjadi lemah dan ingin diakui mereka hebat.

bukan karna kami mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka lalu kami tidak musyawarah. saya kemarin sangat ingin menjawabnya dengan pertanyaan balik “Apakah setiap masukan anda adalah perintah yang harus kami turuti?” dan “Apakah anda adalah wakil dari arti musyawarah dikampus ini?” namun saya masih tidak bisa berkutik, saya tetap saya gemetar dibangku saya dengan beribu rangkaian kata dibenak saya, yang ingin meluap luap.

saya menoleh kesamping dan berdiskusi dengan senior dan rekan organisasi saya, namun sayangnya ternyata terbesit dari tafsiran saya yang masih pemula ini bahwa mereka sama pemikiranya mungkin lebih tenang dengan semua planning yang sudah dibuat karna terlalu sering mengalami hal – hal semacam ini. senior bilang ” ya sudah dek, kita biarkan saja mereka bicara inilah dinamika organisasi” lalu saya menjawab “kak, kalau dibiarkan tanpa ada yang melerai ini tidak akan selesai bisa lebih parah nantinya, kalaupun mereka diam nantinya ketika keluar dari ruangan ini mereka akan mulai berspekulasi buruk tentang organisasi kita” lalu beliau menjawab “biarkan saja, kita jangan terpancing”.

hingga akhirnya salah seorang tokoh organisator dan pimpinan mahasiswa dikampus berbicara dengan intonasi yang teratur dengan bukti yang akurat. suasana mencair, suasana mulai tenang. kalimat per kalimat yang beliau utarakan hampir sama seperti kalimat yang saya fikirkan. saya sempat merasa ‘andai saya kalian berikan kesempatan, mungkin organisasi ini tidak akan punya citra seperti sekarang, dan organisasi itu jadi sebuah kebanggaan dan kita menjadi terbelakang’

saya tidak menyalahkan sistem senior-junior atau pandangan individu dsb, saya hanya merasa andai saya satu tahun lebih tua, andai saya bisa berada diposisi ini satu tahun lebih cepat, bukannya menyalahkan waktu dan sistem pola pikir yang salah. saya tidak bisa menilai pola pikir orang lain benar atau salah, karna saya juga bisa begitu dimata orang lain. pesan saya hanya lah “SEBAGAI ORGANISATOR MUDA, PEMEGANG TONGKAT ESTAFET DEMOKRASI INDONESIA, berfikirlah dengan rasional musyawarah itu bukan untuk mencari siapa yang hebat, tapi untuk mencari solusi bersama, gunakan lah bahasa yang tidak menyinggung orang lain apalagi rekan kita sendiri, karna dalam berpolitik kita tidak bisa sendiri kita butuh orang lain. satu musuh, dalam dunia politik memang sangat berharga tapi bukan untuk mencari musuh sebanyak – banyaknya !”

🙂 hidup MAHAsiswa !!

6 thoughts on “Organisator Kampus

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s