antara Anak dan Orang Tua

10478715_470160886442484_7110928036713604738_n

Pesan apa yang bisa aku ingat dari kedua orang tua ? terlalu banyak. Kewajiban apa yang aku pikul demi kedua orang tua ? terlalu banyak. Kelalaian apa yang aku lakukan kepada kedua orang tua ? terlalu banyak. Kecintaan apa yang aku berikan kepada kedua orang tua ? terlalu banyak. Lalu terlalu banyak pula kah rasa bangga dari kedua orang tuaku kepadaku ?

Memang, cara pandang orang tua dan anak – anak pasti berbeda. Disatu sisi orang tua pasti berfikir mereka melakukan yang terbaik, karna itu yang dilakukan kedua orang tuanya kepada mereka dahuluu. Lalu, ada orang tua yang begitu saja menurunkan nya ada juga yang menambahi atau menguranginya.Disisi yang berbeda, anak- anak yang baru memiliki dimensi nya sendiri juga ingin pendapat mereka sekarang yang harus dijalani.

Semua memang tidak keliru, namun semua belum menyadari. Bahwa ketika anak – anak menuju dewasa maka ia akan berusaha meninjau masa kecil nya dan memperhatikan lingkungan sekitar. Yang seharusnya mereka.  perhatikan adalah tentang orang dewasa yang berhasil melalui masa remajanya, bagaimana itu bisa terjadi ? atau apa yang membuat mereka bisa ?. tapi mereka terbodohi dengan keadaan anak – anak kecil, lalu mereka bandingkan yang menurut mereka baik tapi tidak mereka miliki di masa kecilnya, begitu pula sebaliknya.

Dan akhirnya mereka terbawa ke dalam sebuah sasaran yang fatal. Mereka ingin kedua orang tua mereka berlaku seperti yang menurut mereka baik. Padahal itu sama saja dengan ingin mengubah masa lalu. Setelah membaca ini, seharusnya semua pihak sadar. Bahwa memang sulit  kita bisa memposisikan diri kita di keadaan yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. Namun, bukan tidak mungkin. Bila kita bisa lebih sering mendengar.

Jangan terlalu sering berfikir tentang makna dari sesuatu. Karna mungkin, itu bisa membuat kita bingung lalu membuat kita kehilangan arah. Hidup ini bukan untuk pahami dan dimengerti, tapi untuk dijalani dan dilalui. Jangan terlalu memikirkan kata – kata yang menurut anda indah, tapi membuat anda bingung. Lalu anda terus mencari kata – kata seperti itu, dan lama kelamaan kata – kata itu membebani benak anda. Orang – orang yang mengeluarkan itu pun terkadang tidak mengerti apa yang dia katakan.

Kembali ke persepsi antara anak dan orang tua yang sulit disatukan. Orang tua bukanlah seorang dictator, tapi pemimpin yang bertanggung jawab atas anak – anak nya. Anak – anak bukan seorang budak yang bisa diperintah apa saja. Kenapa seorang pembantu, patuh dan selalu bekerja dengan baik kepada tuanya ? karna mereka melihat sesuatu di diri tuanya yang membuat dia merasa punya tanggung jawab.

Anak – anak adalah pembantu bagi orang tua mereka. Mereka harus mencari sesuatu dari diri kedua orang tua mereka yang tidak bisa ditemukan di diri orang tua yang lain. yang membuat orang tua mereka merasa punya tanggung jawab untuk memiliki sifat contoh. Tanggung jawab terkadang begitu saja di hempas oleh kedua orang tua kepada anaknya. Karna mereka terlalu sibuk dengan kehidupan mereka, mereka ingin anak – anak nya mengerti tentang hal itu. Tapi mereka tidak lagi menanyakan apakah anak mereka mengerti dan apakah anak mereka menginginkan itu semua ?

Anak – anak hanya perlu dihargai dengan cara mereka. Orang tua hanya perlu memiliki rasa percaya. Anak – anak hanya perlu didengar,orang tua hanya perlu mendengar. Anak – anak hanya ingin kenyamanan dalam kehidupan. Dan orang tua bertanggung jawab atas itu, dan hak mereka hanya lah anak yang berbakti.

Ketika anak beranjak remaja luapan kata – kata yang ingin mereka suarakan semakin menggeliat, sedangkan orang tua sudah ter rasuki dengan fikiran mereka yang mereka ingini anak – anak mereka nanti menjadi apa ? mereka perlahan – lahan memasukan itu semua. Lalu terjadi perubahan disini, ketika anak tidak tahu ingin berbagi dengan siapa. Ketika anak merasa segan atau takut kepada sikap orang tua yang mereka anggap sebagai pencekok harapan.

Percaya ! percayalah orang tua, anak – anak yang kalian miliki juga punya rasa tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri. Namun, ketika tanggung jawab itu orang tua rebut dan menjadi kepemilikan mereka. Anak anak merasa kosong. Lalu orang tua merasa beban mereka berat, padahal mereka sendiri yang membenani itu.

Ikhlas ! ikhlas lah orang tua bahwa suatu saat anak – anak kalian akan memliki tanggung jawab seperti kalian. Lalu apa mungkin kalian terus ingin anak – anak kalian menjadi seperti kalian. Karna tanpa kalian sadari setiap hari kalian memberi stimulus kepalsuan tentang beban yang kalian pikul

Harap tinggalkan pesan, kesan, bahkan pertanyaan.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s